Kalangan Ibu Perkampungan Bantar Jati Meretas Kreativitas

0
81 views

“Menebar Syiar Islami Bermediakan Kreasi Seni Qasidah Al-Jidad”

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Senin, 27/10 – 2014 ).

Inilah Group Qasidah Al-Jihad.
Inilah Group Qasidah Al-Jihad.

Kalangan ibu rumah tangga seputar Perkampungan Bantar Jati di Desa Bagendit Kecamatan Banyuresmi, Garut, Jawa Barat.

Selama ini, mereka tampil bahkan bisa meretas kreativitas menebar syiar bernuansakan Islami, bermediakan Kreasi Seni Qasidahan “Al-Jihad”.

Senantiasa Kompal juga "Solid".
Senantiasa Kompal juga “Solid”.

Padahal 12 personil sanggar seni Al-Jihad tersebut, usianya berkisar 36 tahun hingga 59 tahun, mulai dari memiliki satu anak kandung hingga lima anak.

Bahkan terdapat di antaranya telah bercucu satu hingga memiliki lima cucu, namun semangat tingginya senantiasa menggelora berobsesi memberi banyak manfaat bagi masyarakat.

Kholid Assad.
Kholid Assad.

Melalui suguhan hiburan bernuansakan Islami, sekaligus melalui lantunan beragam lagunya dipastikan bisa menyuarakan pesan moral.

Terutama bagi kalangan genarasi muda khususnya, juga masyarakat umum, sehingga tetap termotivasi meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Demikian dikemukakan pembinanya, Kholid Assad serta pemandu qasidah Al-Jihad Nining Yuningsih kepada Garut News, Senin (27/10-2014).

Kholid Asad juga mengemukakan, kreasi seni itu juga sebagai wahana dinilainya efektif guna “menyemai” nilai-nilai adi luhung Aqidah Keislaman bagi kalangan remaja juga pada para kaula muda.

Lantaran, kalangan remaja serta generasi muda ini, calon para pemimpin di masa depan termasuk pemimpin dirinya sendiri.

Senantiasa Tampil Prima Bahkan Memukau.
Senantiasa Tampil Prima Bahkan Memukau.

Sehingga Qasidah Al-Jihad yang didirikan sejak 1971, gencar diaktifkan kembali sejak awal 2014 sebab merupakan warisan kegiatan generasi sebelumnya.

Maka diharapkan pula bisa terwarisi bagi generasi setempat di masa mendatang, imbuh Assad, menyerukan.

Lantaran selama ini pula, upaya nyata pembinaan moralitas generasi muda bermediakan kreasi seni bernuansakan Islami, dinilainya sangat efektif.

Jajaran Aparat Desa Banyuresmi.
Jajaran Aparat Desa Banyuresmi.

Sebab tentunya bisa sekaligus mempresentasikan beragam inovasi pada diri masing-masing pelaku seni itu sendiri, katanya.

Terbukti Qasidah Al-Jihad, selain banyak tampil pada beragam helatan tujuh belasan, juga banyak tampil pada helatan pesta resepsi pernikahan.

Berlatar Masjid Al-Jihad.
Berlatar Masjid Al-Jihad.

Bahkan tak hanya tampil prima di seputar perkampungan sendiri, melainkan kerap diundang pentas di Bandung, Tangerang serta luar Kabupaten Garut.

Kholid Assad, selama ini pun selaku Ketua DKM Masjid Al-Jihad, sebuah masjid permanen dan refresentatif berukuran 18 x 16 meter dibangun secara swadaya.

Assad juga mengelola madrasah berlokasi seputar masjid tersebut.

“Diapresiasi Positip Aparat Desa”

Tampil Serasi.
Tampil Serasi.

Sekretaris Desa Bagendit, Ahmad Mustafa serta Kepala Urusan Kesra desa setempat, Adeng Suparyat menyatakan, sangat apresiasi positip terhadap beragam agenda kreasi seni Qasidah Al-Jihad itu.

Sebab dinilai membantu pemerintahan desa terkait upaya pembinaan generasi muda, bermediakan kreasi seni Qasidah.

Sehat Ceria Pada Usia Menjelang Senja.
Sehat Ceria Pada Usia Menjelang Senja.

Desa ini memiliki luas wilayah 218,15 hektare dihuni 4.798 penduduk atawa 1.321 kepala keluarga (KK), memiliki pula potensi wisata Situ Bagendit.

Desa ini memiliki obsesi meningkatkan kualitas kondisi inprastruktur berupa jalan desa, serra sarana irigasi tersiair.

Dari sekitar 4.798 penduduk tersebut, terdiri 2.389 laki-laki serta 2.409 perempuan, dinilai kudu mendapat sentuhan beragam pembinaan di antaranya melalui kreasi seni Qasidahan.

Agar Hidup Senantiasa Bermakna.
Agar Hidup Senantiasa Bermakna.
Bermotivasi Tinggi.
Bermotivasi Tinggi.
Tampil Dari Pelosok Perkampungan.
Tampil Dari Pelosok Perkampungan.
Berobsesi Bisa Maju dan Berkembang.
Berobsesi Bisa Maju dan Berkembang.
Memikat.
Memikat.

 

 

Malahan diharapkan potensi seni ini bisa berprosfek menjadi sektor pariwisata, meski saat ini alokasi ADD di desa itu masih di bawah Rp50 juta setiap tahunnya.

 

******