Kadin Desak Pemkab Terjun Tangani Limbah Kulit

0
38 views

Garut News ( Rabu, 10/06 – 2015 ).

Bahan Baku Indistri  Penyamakan Kulit. (Foto: John Doddy Hidayat).
Bahan Baku Indistri Penyamakan Kulit. (Foto: John Doddy Hidayat).

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Garut menyatakan sangat prihatin tak tuntasnya penanganan pencemaran lingkungan akibat limbah logam berat industri penyamakan kulit Sukaregang di kawasan Kecamatan Kota Garut dan Kecamatan Karangpawitan.

Pencemaran limbah kromium bahkan disinyalir kian mengkhawatirkan. Hal itu terindikasi terjadinya pencemaran sejumlah aliran sungai, serta areal kolam perikanan juga persawahan.

Lahan sawah tercemar limbah kromium bahkan mencapai luas sekitar 600 hektare.

Ketua Kadin kabupaten setempat, Deden Sopian katakan, pemerintah mesti duduk bersama dengan masyarakat, terutama para pengusaha industri kulit mencari solusi terbaik terkait pencemaran tersebut.

“Bupati juga harus turun langsung sebelum pencemaran ini berdampak lebih besar lagi,” tandas Deden, Senin.

Dia berharap Pemkab Garut lebih aktif melakukan pendekatan pada para pengusaha kulit agar tumbuh pemahaman, serta kesadaran dari kalangan pengusaha terkait pentingnya menjaga lingkungan. Sehingga tata kelola pengelolaan limbahnya berjalan baik.

Termasuk keberadaan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) kulit Sukaregang selama ini terkesan mubazir pun agar bisa difungsikan maksimal.

Deden mengakui, pihaknya cukup kesulitan menyikapi soal pencemaran itu. Terutama para pengusaha industri kulit di Sukaregang. Lantaran, hingga kini belum ada satu pun dari mereka tercatat sebagai anggota Kadin Garut.

Deden juga mengingatkan Pemkab, bukan hanya limbah kulit Sukaregang mesti mendapat perhatian serius, melainkan juga hal lain bisa menimbulkan pencemaran lingkungan. Seperti limbah medis dari rumah sakit atawa jasa layanan kesehatan lainnya.

Ungkapan senada dikemukakan Peneliti pada Masyarakat Peduli Anggaran Garut (MAPAG), Haryono. Dia menyebutkan, mesti ada inspektur khusus menangani persoalan pencemaran lingkungan, atau Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Terutama untuk mengendalikan tumbuhnya pelbagai kegiatan usaha atau industri yang potensial menimbulkan gangguan lingkungan.

“Ini perlu guna memberikan jaminan pada pengusaha atau investor terkait keamanan mereka berinvestasi di Garut. Begitupun masyarakat terjamin dari kemungkinan dampak buruk gangguan lingkungan akibat kegiatan usaha atau industri tersebut,” imbuhnya.

********

Noel, Jdh