Kader Posyandu Bisa Wujudkan Kualitas Penguatan ‘Katana’

0
33 views
Tb Agus Sofyan, SH, MH.
Buku Himpunan Produk Seluruh Liputan Garut News Mengenai Prahara Puncak Amuk Sungai Cimanuk.

“Garut Miliki Banyak Potensi Bencana”

Garut News ( Senin, 23/09 – 2019 ).

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada  ‘Badan Penanggulangan Bencana Daerah’ (BPBD) Kabupaten Garut,Tb Agus Sofyan, SH, MH katakan setiap seluruh kader ‘Pos Pelayanan Terpadu’ (Posyandu) bisa wujudkan kualitas penguatan ‘Keluarga Tangguh Bencana’ (Katana).

Sehingga ragam upaya kesiap-siagaan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana apapun dapat disosialisasikan oleh kader pada setiap penyelenggaraan kegiatan Posyandu di lingkungannya masing-masing.

“Karena itu setiap program penanggulangan bencana harus dikolaborasikan dengan kiprah bhakti sosial kemasyarakatan kader Posyandu tersebut,” imbuh Agus Sofyan kepada Garut News di ruang kerjanya, Senin (23/09-2019).

Sejalan dengan program pembentukan Katana itu diagendakan gencar direalisasikan pada 2020 mendatang, namun kini masih lebih dahulu memprioritaskan pembentukan juga melatih relawan kemanusiaan ‘Desa Tangguh Bencana’ (Destana).

Lantaran hingga sekarang dari 442 desa/kelurahan di Kabupaten Garut, terdapat 13 desa di antaranya menjadi Destana, sebab setiap tahun pengalokasian pendanaannya hanya untuk tiga Destana.

13 Destana terdiri Desa Pasawahan dan Rancabango di Kecamatan Tarogong Kaler, Desa/Kecamatan Pasirwangi, Karyasari (Bayongbong), Mulyasari (Cikajang), Gadog (Banjarangi).

Kemudian Karyamekar (Cibatu), Mancagahar (Pameungpeuk), Pakenjeng (Pamulihan), Nangkaruka (Pakenjeng), Karyasari (Cilawu), Cibodas (Cikajang), dan Desa Sukahurip Kecamatan Pangatikan.

“Garut Miliki Banyak Potensi Bencana”

Dalam pada itu, berdasar catatan BPBD kabupaten setempat, Garut berpotensi bahaya bencana setiap saat bisa terjadi di musim hujan atau kemarau. Mulai longsor, pergerakan tanah, banjir, angin puting beliung, gempa bumi, gelombang tinggi, letusan gunung, kekeringan, hingga kebakaran lahan hutan.

“Di Garut, bencana terjadi setiap bulan berfrekuensi berbeda setiaptahunnya,” ujar Kepala BPBD Firman Karyadin.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Rachmat Supriatin juga menyebutkan, selama Januari-September mencatat ada 273 kali bencana. Kejadian itu terdiri banjir, longsor, pergerakan tanah, gempa bumi, gelombang tinggi, angin puting beliung, kebakaran lahan hutan hingga rumah rubuh, termasuk orang tenggelam.

“Total nilai kerugian materialnya mencapai Rp10 miliar lebih. Mengakibatkan sedikitnya lima korban meninggal dunia, 17 korban luka, dan 149 KK atau 597 orang sempat mengungsi,” ungkap dia pula.

Selain itu, 22 unit rumah hancur, 103 lainnya rusak berat, 112 rusak sedang, dan 116 rusak ringan. Serta 106 rumah terancam, juga 773 rumah terendam. Plus, 23 unit sekolah, delapan tempat ibadah, puluhan hektare sawah, kebun, lahan hutan, dan fasilitas umum pun rusak lantaran bencana.

********

(Abisyamil, JDH/Fotografer : John Doddy Hidayat).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here