Kabupaten Garut Masih Rawan Peredaran Uang Palsu

0
25 views

“Sindikat Kejahatan Tersebut Terbongkar Bertepatan Peringatan Hari Jadi Ke-202 Garut”

Garut News ( Senin, 16/02 – 2015 ).

Peringatan Hari Jadi Ke-202 Garut, Senin,16/02-2015).
Peringatan Hari Jadi Ke-202 Garut, Senin (16/02-2015). Foto : John Doddy Hidayat.

Kabupaten Garut, Jawa Barat, ternyata hingga kini masih rawan peredaran “uang palsu” (Upal).

Menyusul terbongkarnya sindikat jenis kejahatan tersebut, Senin (16/02-2015). Atawa bertepatan dengan peringatan puncak hari jadi ke-202 Garut.

Pengedar Upal itu, bernilai puluhan juta rupiah yang komplotannya ditringkus aparat penegak hukum kabupaten setempat.

Bahkan satu di antaranya mengaku anggota inteljen, katanya.

Ratusan lembar Upal pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu seluruhnya bernilai Rp34,2 juta, terpaksa disita dari saku dua tersangka.

Sedangkan Rp20 juta uang palsu lainnya berhasil dibawa raib empat tersangka lain rekan Andi dan Syopian, lantaran berhasil melarikan diri saat dilakukan penangkapan.

Syopian Hadi(39) penduduk Kelurahan Bidara Cina Jatinegara Jakarta Timur, beserta Andi Haris Sabka(43) warga Kampung Bone Desa Kajuaran Bone, Sulawesi Selatan, tertangkap tangan mengedarkan barang haram tersebut.

Dari keduanya disita Upal Rp34,2 juta, terdiri 644 lembar uang pecahan Rp50 ribu, dan 20 lembar uang pecahan Rp100 ribu

Selain Upal disita pula barang bukti lainnya, antara lain telepon genggam serta kartu identitas kedua tersangka, yang kerap digunakan aksi peredaran Upalnya.

Modus peredaran Upal itu, para tersangka beralibi bisa menggandakan uang dengan melakukan ritual gaib.

Diluar pengetahuan korban, uang asli milik korban ditukar dengan Upal berlipat ganda.

Terdangka terancam terjerat ancaman hukuman selama 15 tahun penjara.

Dalam pada itu empat tersangka yang raib, masih diuber aparat penegak hukum, katanya.

*********

DM, Jdh.