Kabupaten Garut Dikepung Serangan DBD Juga Cikungunya

0
27 views

“Penyebaran DBD mencapai 31 kecamatan dari 42 kecamatan, dengan 466 kasus”

Garut News ( Jum’at, 12/12 – 2014 ).

Banjir Wujudkan Sarang Penyakit. (Foto : John Doddy Hidayat).
Banjir Wujudkan Sarang Penyakit. (Foto : John Doddy Hidayat).

Kabupaten Garut, Jawa Barat, kini juga dikepung serangan jenis  penyakit “Demam Berdarah Dengue” (DBD), dan Cikungunya.

Kondisi tersebut, diperparah pula kondisi daerah rawan bencana longsor serta banjir.

Sedangkan diperlukannya kewaspadaan terhadap serangan kedua jenis penyakit itu, lantaran di kabupaten ini terdapat sejumlah wilayah endemis DBD, dan Cikungunya pada setiap musim hujan berlangsung.

Dinkes setempat pun menyiapkan “Surat Edaran” (SE) Bupati tentang perlunya peningkatan kewaspadaan. dan pencegahan dini kemungkinan berjangkitnya kedua jenis penyakit tersebut.

“Surat edaran Bupati disiapkan, kini dalam proses registrasi di Setda. Intinya, para camat, kepala puskesmas, dan kepala desa/lurah mesti melakukan penyuluhan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk), menggerakkan PSN (Peran Serta Masyarakat), mengembangkan wilayah bebas jentik, dan melaporkan kasus dalam waktu 24 jam,” tandas Pelaksana Teknis Kadinkes Teni Sewara Rifai, Jum’at (12/12-2014).

Kata dia, berdasar data di Dinkes per awal Januari hingga akhir Nopember 2014, tercatat penyebaran penyakit DBD mencapai 31 kecamatan dari 42 kecamatan, dengan 466 kasus.

Kasus terbanyak di kawasan perkotaan, khususnya Kecamatan Garut Kota 138 kasus, Tarogong Kidul 65 kasus, Tarogong Kaler 44 kasus, dan Karangpawitan 48 kasus.

Wilayah lainnya juga terdapat DBD terdiri Kecamatan Banyuresmi 17 kasus, Samarang 14 kasus, Bayongbong 16 kasus, Wanaraja 13 kasus, Leles 11 kasus, Kadungora 11 kasus, Sukawening sembilan kasus, Cilawu enam kasus, Cisurupan lima kasus, Pameungpeuk empat kasus, dan Kecamatan Leuwigoong empat kasus.

Disusul Kecamatan Cikajang tiga kasus, Bungbulang empat kasus, Cisompet dua kasus, Selaawi dua kasus, Sukaresmi dua kasus, Cigedug dua kasus, Pangatikan satu kasus, Pasirwangi satu kasus, Karangtengah satu kasus, Cihurip satu kasus, Peundeuy satu kasus, Pakenjeng satu kasus, Cisewu satu kasus, Balubur Limbangan dua kasus, Cibatu satu kasus, dan Kecamatan Malangbong satu kasus.

Sedangkan Cikungunya terjadi pada lima wilayah kecamatan dengan 297 kasus. Terdiri kecamatan Tarogong Kidul 94 kasus, Pameungpeuk 79 kasus, Garut Kota 65 kasus, Tarogong Kaler 34 kasus, dan Kecamatan Balubur Limbangan 25 kasus.

Teni katakan, penyakit DBD infeksi disebabkan virus dengue disebar atawa ditularkan beberapa jenis nyamuk, terutama Aedes Aegypti.

Sedangkan Chikungunya infeksi disebabkan virus alphavirus juga ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegypti.

“Sulit bedakan DBD dengan Chikungunya sebab banyak gejalanya sama. Namun perubahan paling awal pada penderita DBD terlihat dari sedikitnya jumlah sel darah putih pada hasil tes laboratorium. Sedangkan gejala menonjol penderita Chikungunya terutama demam mendadak diikuti pegal, ngilu di persendian, dan timbul sakit pada tulang-tulang,” ungkap Teni belum lama ini diumumkan Bupati Rudy Gunawan menjadi Kadinkes Garut definitif.

********

Noel, Jdh.