Kabupaten Garut Darurat Wabah DBD

0
86 views

“Ditangani Puskesmas DTP Tarogong Sedikitnya Capai 45 Kasus, Tujuh Penderita Masih Jalani Rawat Inap”

Garut News ( Senin, 02/02 – 2014 ).

Eddy Kusmayadi Didesak Pertanyaan Garut News.
Eddy Kusmayadi Didesak Pertanyaan Garut News.

Hingga kini Kabupaten Garut, Jawa Barat, berkondisi darurat wabah penyakit “Demam Berdarah Dengue” (DBD).

Ditangani Puskesmas DTP Tarogong sedikitnya capai 45 kasus, tujuh penderita di antaranya masih jalani rawat inap.

Kepala Puskesmas tersebut dr H. Eddy Kusmayadi katakan, Senin, selama Januari 2015 terdapat sekurangnya 42 kasus, disusul memasuki awal Pebruari (02/02-2015) terdapat tiga kasus.

Bahkan masih terdapat tujuah penderita di antaranya masih menjalani rawat inap, ungkapnya kepada Garut News di ruang kerjanya.

Tatang Sukmana Aparat Puskesmas DTP Tarogong Intens Periksa Penderita DBD.
Tatang Sukmana Aparat Puskesmas DTP Tarogong Intens Periksa Penderita DBD.

Dikemukakan, selama ini serangan jenis penyakit yang bisa diklasifikasikan “Kejadian Luar Biasa” (KLB) itu, penderitanya berdatangan dari sejumlah wilayah kecamatan termasuk dari wilayah Kota Garut.

Selain dilakukan proses penyembuhan atawa pengobatan (kuratif), jajarannya juga menyelenggarakan edukasi atawa penyuluhan pada masyarakat.

Di antaranya kudu diselenggarakannya gotong royong masyarakat membersihkan lingkungan, menguras bak mandi termasuk penampungan air, serta mengubur barang-barang bekas.

Tujuh Penderita DBD Masih Jalani Rawat Inap.
Tujuh Penderita DBD Masih Jalani Rawat Inap.

Sekaligus memiliki komitmen serta konsistensi melaksanakan “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat” (PHBS), imbuh Eddy Kusmayadi, antara lain menyerukan.

“DBD Penyebarannya menjangkau 31 wilayah kecamatan dari 42 kecamatan dengan 466 kasus”

Sebelumnya dilaporkan, Kabupaten Garut dikepung serangan jenis  penyakit DBD, dan Cikungunya.

Kondisi tersebut, diperparah pula kondisi daerah rawan bencana longsor serta banjir.

Sedangkan diperlukannya kewaspadaan terhadap serangan kedua jenis penyakit itu, lantaran di kabupaten ini terdapat sejumlah wilayah endemis DBD, dan Cikungunya pada setiap musim hujan berlangsung.

Puskesmas DTP Tarogong Diserbu Puluhan Penderita DBD.
Puskesmas DTP Tarogong Diserbu Puluhan Penderita DBD.

Dinkes setempat pun menyiapkan “Surat Edaran” (SE) Bupati tentang perlunya peningkatan kewaspadaan. dan pencegahan dini kemungkinan berjangkitnya kedua jenis penyakit tersebut.

Berdasar data Dinkes per awal Januari hingga akhir Nopember 2014, tercatat penyebaran penyakit DBD mencapai 31 kecamatan dari 42 kecamatan, dengan 466 kasus.

Kasus terbanyak di kawasan perkotaan, khususnya Kecamatan Garut Kota 138 kasus, Tarogong Kidul 65 kasus, Tarogong Kaler 44 kasus, dan Karangpawitan 48 kasus.

Wilayah lainnya juga terdapat DBD terdiri Kecamatan Banyuresmi 17 kasus, Samarang 14 kasus, Bayongbong 16 kasus, Wanaraja 13 kasus, Leles 11 kasus, Kadungora 11 kasus, Sukawening sembilan kasus, Cilawu enam kasus, Cisurupan lima kasus, Pameungpeuk empat kasus, dan Kecamatan Leuwigoong empat kasus.

Disusul Kecamatan Cikajang tiga kasus, Bungbulang empat kasus, Cisompet dua kasus, Selaawi dua kasus, Sukaresmi dua kasus, Cigedug dua kasus, Pangatikan satu kasus, Pasirwangi satu kasus, Karangtengah satu kasus, Cihurip satu kasus, Peundeuy satu kasus, Pakenjeng satu kasus, Cisewu satu kasus, Balubur Limbangan dua kasus, Cibatu satu kasus, dan Kecamatan Malangbong satu kasus.

Sedangkan Cikungunya terjadi pada lima wilayah kecamatan dengan 297 kasus. Terdiri kecamatan Tarogong Kidul 94 kasus, Pameungpeuk 79 kasus, Garut Kota 65 kasus, Tarogong Kaler 34 kasus, dan Kecamatan Balubur Limbangan 25 kasus.

Jenis penyakit DBD infeksi disebabkan virus dengue disebar atawa ditularkan beberapa jenis nyamuk, terutama Aedes Aegypti.

Sedangkan Chikungunya infeksi disebabkan virus alphavirus juga ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegypti.

Selama ini, masyarakat sulit bedakan DBD dengan Chikungunya.

Lantaran banyak gejalanya sama. Namun perubahan paling awal pada penderita DBD terlihat dari sedikitnya jumlah sel darah putih pada hasil tes laboratorium.

Sedangkan gejala menonjol penderita Chikungunya terutama demam mendadak diikuti pegal, ngilu di persendian, dan timbul sakit pada tulang-tulang.

*******

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.