Jual Beli Proyek APBD Berakhir di Hotel Prodeo

0
29 views

Garut News ( Senin, 07/09 – 2015 ).

Ilustrasi. (Foto : John Doddy Hidayat).
Ilustrasi. (Foto : John Doddy Hidayat).

Setelah cukup lama menghilang tak masuk kerja, seorang pegawai Bagian Umum pada “Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset” (DPPKA) Kabupaten Garut, GNJ atawa AGN kini terpaksa menginap pada sel tahanan aparat penegak hukum Mapolres setempat.

AGN ditahan sejak Rabu (02/09-2015) lalu, lantaran diduga melakukan penipuan hingga mencapai ratusan juta rupiah, bermotip iming-iming pemberian proyek pada sejumlah rekanan/pengusaha.

Dia beberapa bulan sebelumnya juga sempat menghilang, tak masuk kerja sebab terus ditagih sejumlah rekanan sebab janji pemberian proyek di lingkungan Pemkab dilaksanakan pada 2015 ini.

Sehingga para rekanan mendesak AGN, menyusul hingga kini proyek dijanjikan tak kunjung ada. Padahal mereka menyetorkan uang pelicin berkisar puluhan hingga ratusan juta rupiah, agar mendapatkan proyek APBD tersebut.

Sumber di lingkungan Polres menyebutkan, AGN ditahan karena adanya pengaduan salah seorang rekanan merasa tertipu. Ia diduga menjanjikan proyek pada beberapa dinas/instansi di lingkungan Pemkab pada sejumlah rekanan dengan keharusan menyetorkan sejumlah uang terlebih dahulu.

“Beberapa rekanan pun memenuhinya, tetapiternyata proyek dijanjikan AGN tak juga kelar,” katanya.

Salah seorang rekanan penduduk Perum Permata Hijau Sukagalih Tarogong Kidul Asep katakan, AGN menawarinya beberapa paket proyek pemerintah di sejumlah dinas/instansi sejak 2014 lalu.

“Sebagai rekanan, siapa tak ingin paket kegiatan pemerintah. Maka, saya, dan beberapa lainnya menyanggupi meski harus memberikan sejumlah uang. Namun selama dua tahun menunggu, proyek dijanjikan  ternyata tak kunjung ada,” ungkap Direktur CV Andesco itu, Senin (07/09-2015).

Dikemukakan, berulang kali memintai pertanggungjawabannya atas janji proyek itu, namun selalu menghindar. Padahal,  dia berharap persoalan ini diselesaikan baik-baik, dan kekeluargaan.

Lantaran merasa kesal, akhirnya upaya penyelesaian masalah ditempuh melalui keluarga AGN. Pihak keluarga AGN menandatangani perjanjian kesanggupan mengembalikan sejumlah uang pernah diberikan.

“Sementara ini, dari hasil kesepakatan dengan keluarganya secara kekeluargaan,  mau mengembalikan uang. Tetapi kalau ingkar lagi, terpaksa berurusan dengan pihak berwajib,” tandas Asep.

Pihak DPPKA menyatakan kasus jual beli proyek terhadap sejumlah rekanan dilakukan AGN murni kasus pribadi. Tak menyangkut kedinasan.

Sebab apabila seorang pegawai diketahui terlibat kasus tersebut, merupakan pelanggaran terhadap aturan dan disiplin kepegawaian, katanya.

“Kami memang mendengar ada staf DPPKA kini ditahan.  Jika benar kasusnya seperti itu, itu masalah pribadi, dan tak menyangkut kedinasan,” ujar Kepala DPPKA Garut Totong didampingi Kabid Anggaran Agus Ismail.

Sebelumnya, kasus menyangkut dugaan jual beli proyek di lingkungan Pemkab juga menyeret seorang pegawai di lingkungan “Badan Perencanaan Pembangunan Daerah” (Bappeda) Garut berinisial Den.

Ia diduga melakukan penipuan terhadap sejumlah rekanan menjanjikan beberapa paket proyek APBD TA 2014. Den diduga meraup dana sekitar Rp2,3 miliar dari para rekanan dalam kasus tersebut.

Den kini dikabarkan ditahan pihak Kejaksaan Negeri Garut, dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan.

*********

Noel, Jdh.