Jepang Bidik Peluang Budidaya Ikan Sidat Garut

0
177 views

Garut News ( Kamis, 30/10 – 2014 ).

Tati Karyati.
Tati Karyati.

Kalangan pengusaha perikanan asal Jepang membidik peluang, mereka bisa membudidayakan jenis ikan Sidat (Aquila aquila) di Kota Garut, Jawa Barat.

Lantaran selain potensi keluatannya dinilai menjanjikan, juga lokasi pendirian budidaya jenis ikan tersebut di Kota Garut, memiliki waktu tempuh relatif cepat menuju Bandara Husein Sastranegara Bandung, atawa Soekarno Hatta Cengkareng, berkisar dua hingga lima jam.

Adanya obsesi masyarakat Perikanan Jepang membudidayakan Aquila aquila di Kota ini, dikemukakan Kepala Bidang Perikanan pada Disnakanla kabupaten setempat, Ir Tati Karyati, Kamis (30/10-2014).

Kepada Garut News dia mengemukakan pula, sejak dua pekan lalu pihaknya “concern” menghimpun beragam informasi, termasuk literasi mengenai kemungkinan segera dilakukannya penyusunan kesepahaman maupun MoU Pemkab dengan kalangan investor dari negeri Sakura tersebut.

Jenis Ikan Air Tawar, "Sidat".
Jenis Ikan Air Tawar, “Sidat”.

Sebab apabila mewujudkan budidaya ikan laut sendiri, sangat sarat tantangan besar lantaran mutlak diperlukan padat teknologi, investasi sangat besar, serta daya dukung kualitas SDM memadai.

Karena itu, penjajakan investor dari Jepang membidik peluang menanamkan investasinya pada budidaya perikanan, patut mendapatkan apresiasi positip.

Meski mereka di antaranya menghendaki terdapat keterkaitan dengan Pemkab, juga pakan ikan budidaya didatangkan langsung dari Jepang, katanya.

Terkait ikan Sidat, selama ini dikenal sebagai ikan laut dalam tetapi bisa ditemukan pada lokasi muara, dan lokasi muara di sepanjang lintasan bibir pantai Selatan Kabupaten Garut terbilang banyak serta dipastikan berpotensi.

Sedangkan nilai ekspornya pada kisaran Rp250 ribu hingga Rp500 ribu per kilogram, dan minimal ikan seberat dua kilogram bisa langsung diekspor melalui Bandara di Bandung, atawa Jakarta, katanya.

“Sebaiknya Berbaik Sangka Dahulu”

Menyikapi merebak-maraknya kalangan yang pro dan kontra terhadap pengangkatan Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Tati Karyati berpendapat sebaiknya kita berbaik sangka dahulu.

Dia memastikan Presiden Joko Widodo memiliki pertimbangan matang, bahkan dinilai peka dan fokus tentukan kebijakan, termasuk kebijakan yang mungkin ditempuh menteri terpilih.

Menyusul manusia itu tak ada yang sempurna, namun memiliki kelebihan dan diharapkan Menteri Susi Pudjiastuti bisa mendongrak daya saing, agar kita relatif sama sederajat dengan negara-negara tetangga.

Apalagi bakal menghadapi pasar terbuka Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), maka diharapkan Indonesia tak hanya menjadi obyek pemasaran produk luar.

Sebagai pengusaha, penjual ikan, eksportir dan usaha pada dunia penerbangan, Susi Pudjiastuti dinilai memiliki banyak terobosan inovatif.

Di antaranya membuka jalur penerbangan ke daerah terpencil, yang selama ini tak disentuh maskapai penerbangan lain.

Sehingga diharapkan pula, bisa memiliki kemampuan menata kelola pemerintahan dengan baik, terkait dua per tiga wilayah nusatara terdiri lautan, yang hingga kini belum sepenuhnya termanfaatkan optimal, ungkap Tati Karyati, antara lain menambahkan.

*******

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.