Jembatan Darurat Terpaksa Dengan Balok Pohon Kelapa

0
86 views
Ilustrasi.

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 10/11 – 2016 ).

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Sempat lumpuh totalnya mobilitas lalu lintas pada wilayah Kecamatan Bungbulang dengan Kecamatan Mekarmukti Selatan Garut, lantaran ambruknya Jembatan Cisarua di Desa Hanjuang Bungbulang, maka Dinas Binamarga kabupaten setempat bersama penduduk langsung bergerak mewujudkan jembatan darurat berbahan baku kayu balok pohon kelapa, Kamis (10/11-2016).

“Begitu kejadian, kita langsung turunkan petugas lapangan lakukan kajian dan pendataan. Nah, sementara, agar arus kendaraan roda dua dan empat bisa kembali normal, kita buat jembatan darurat dari balok pohon kelapa,” ungkap Kepala Dinas Binamarga Eded Komara Nugraha.

Dikatakan, jembatan Cisarua sepanjang delapan meter lebar jalan 3,5 meter tersebut, diduga ambruk selain derasnya luapan sungai Cikawung dari tingginya curah hujan, juga kondisi umur jembatan tua, dan lama tak ada perbaikan.

Jembatan itu ambruk diterjang luapan sungai Cisarua, Rabu (09/11-2016) sekitar pukul 15.00 WIB.

Menurutnya, selama pembuatan jembatan darurat diperkirakan menelan biaya sekitar Rp50 juta ini belum selesai, arus kendaraan Bungbulang menuju Mekarmukti sementara diarahkan lewat jalur Rancabuaya Caringin.

“Mudah-mudahan dalam sepekan ke depan, pembuatan jembatan darurat selesai. Dari hasil survey dan kajian, pembangunan jembatan barunya, kemungkinan dianggarkan di 2017 nanti,” katanya.

Selain mengakibatkan ambruknya jembatan Cisarua, banjir luapan sungai Cikawung Rabu sore itu, juga menyebabkan banjir merendam sekitar 19 rumah penduduk di Desa Mekarjaya.

Luapan sungai pun sempat merendam dan merusak ruas Jalan Raya Bungbulang-Cisewu hingga akses menuju Cisewu terputus. Diperparah badan jalan provinsi depan Markas Polsek Bungbulang mengalami amblas/retak, dan terjadi longsor kecil di sejumlah titik pada lintasan jalan antara Bungbulang-Caringin.

Bersamaan bencana banjir tersebut, bencana longsor juga terjadi di sejumlah titik menimpa ruas badan Jalan Raya Banjarwangi-Singajaya sehingga arus lalu lintas pada jalur jalan itu sempat lumpuh.

“Tetapi sekarang akses jalan menuju Banjarwangi-Singajaya maupun Cisewu-Caringin bisa dilewati kendaraan. Dinas Binamarga menurunkan dua alat berat bechoe, dan loader membersihkan badan jalan dari timbunan longsoran tanah dan lumpur di sana,” kata Kepala Pelaksana BPBD Dadi Djakaria.

Mengenai jumlah kerusakan maupun nilai kerugian masih dilakukan pendataan dan penghitungan, katanya.

“Unsur Forum Komunikasi Piminan Kecamatan setempat masih terus melakukan asesmen. Namun yang jelas, untuk bantuan logistik BPBD kita kirimkan ke lokasi,” kata dia.

**********

(nz, jdh).

SHARE
Previous articleRobohnya Sekolah Kami
Next articleDPR Melancong Lagi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here