Lintasan Jembatan ‘Amazing’ Garut 2018 Belum Jelas Memanfaatkannya

0
30 views
Kelanjutan Pembangunan Lintaan Jalannya Masih Belum Jelas.

Garut News ( Senin, 24/12 – 2018 ).

Kelanjutan Pembangunan Lintaan Jalannya Masih Belum Jelas.

Pembangunan Jembatan Cimanuk Maktal Garut, Jawa Barat, beserta lintasan badan jalannya hingga kini, Sabtu (24/08-2018), masih belum jelas “ujung pangkalnya” maupun belum jelas cara memanfaatkannya.

Lantaran aktivitas pembangunan yang menurut  Kepada Dinas PUPR setempat H. Uu Saepudin merupakan salah–satu Pembangunan  ‘Amazing’ Garut 2018 tersebut, membingungkan para pengguna jasa jalan dari arah mana memasukinya, sebab belum jelas pula cara memanfaatkannya.

Kondisi itu juga diperparah ujung lintasan jalan yang berbatasan dengan Polsek Tarogong, belum jelas pula kelanjutan pembangunannya.

Belum Jelas Cara Memanfaatkannya.

Dari arah Maktal menuju RSUD dr Slamet pun cukup membingungkan para pengendara jika hendak melintasi jembatan baru.

Sedangkan jembatan lama di sebelahnya selama ini sangat mendesak segera diganti, guna memenuhi kelancaran mobilitas arus lalu lintas ragam moda angkutan umum, dan barang termasuk pelbagai jenis kendaraan pribadi.

Selain itukini kian berkondisi rawan. Lantaran sarana penghubung sungai berusia sekitar 191 tahun ini, hanya berkapasitas tekanan gandar lima ton. Tetapi selama ini pula kerap dilintasi kendaraan berkapasitas 15 ton seperti truk tanksi LPJ.

Bangunan Perkantoran Pemerintah yang Tergerus Pembangunan Lintasan Jalan Masih Dibiarkan Terlantar.

Bahkan pada sepanjang lintasan ruas badan jalan jembatan itu pun, acap terjadi penumpukan kendaraan berhenti, maupun tersendat macet. Sehingga mendesak direhabilitasi.

Sedangkan rehabilitasi terdampak bencana puncak amuk Sungai Cimanuk pada 20 September 2016 silam tersebut, berupa penggantian jembatan sepanjang 35 meter selebar sembilan meter termasuk bahu jalannya.

“Diagendakan Berkonstruksi jembatan komposit terdiri baja, yang kegiatan pembangunannya direncanakan sejak lama”.

Pada lokasi sama di sebelahnya, juga direncanakan dibangun jembatan bernilai ikonik. Menyusul keberadaan jembatan sungai Cimanuk di kawasan Maktal sangat strategis, dan vital. “Sehingga kita bakal memiliki dua lintasan jembatan ganda,’ sebagaimana pernah diungkapkan Wakil Bupati Helmi Budiman.

Karena jembatan dekat Lapang Paris ini, terindikasi kuat rawan ambruk akibat kondisi konstruksi jembatan terbilang sangat tua.

Selain jembatan Sungai Cimanuk Kawasan Maktal, jembatan Cimanuk di Kawasan Leuwidaun pada Jalan Raya Cimanuk pun mesti mendapatkan perhatian khusus. Sebab usia jembatan tersebut diperkirakan sama dengan jembatan Cimanuk Maktal, sekitar 191 tahun.

Pada musim liburan panjang, antrean kendaraan di kedua lintasan jembatan sering berlangsung lama karena terjebak macet akibat meningkatnya volume pelbagai jenis kendaraan dari berbagai arah. Terutama lintasan jembatan Cimanuk Maktal dengan keberadaan “traffic light”-nya.

Sebelumnya, Senin (07/08-2018) pagi,  Uu Saepudin melakukan peletakan pertama dimulainya pembangunan rehabilitasi Jembatan Cimanuk Maktal yang dianggarkan Rp7 miliar dilaksanakan PT. Era Tata Buana Garut selama enam bulan kalender atau 180 hari kalender.

Bernilai kontrak Rp6.275.176.000, merupakan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sungai Cimanuk, yang penetapan kegiatannya berdasar usulan – usulan SKPD terkait, pelaksanaannya pun bersama-sama SKPD terkait.

Dikatakan Uu Saepudin, bencana puncak amuk Sungai Cimanuk sedikitnya menelan kerugian material mencapai Rp295 miliar.

********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here