Jelang Pelantikan Bupati, Pejabat Terbius Isu Mutasi

by

Garut News ( Kamis, 16/01 – 2014 ).

Ilustrasi, Pekerja Lepas Kebersihan Ini, Tak Peduli Siapa Menjadi Bupati, Mereka pun Tak Resah Menjelang Pelantikan, yang Penting Armada Sampah Bisa Layak Digunakan. (Foto: John Doddy Hidayat).
Ilustrasi, Pekerja Lepas Kebersihan Ini, Tak Peduli Siapa Menjadi Bupati, Mereka pun Tak Resah Menjelang Pelantikan, yang Penting Armada Sampah Bisa Layak Digunakan. (Foto: John Doddy Hidayat).

Meski kini terdapat kesibukan beragam persiapan jelang palantikan Bupati, dan Wabup Garut hanya menyisakan waktu sepekan lagi.

Ternyata tak dirasakan banyak pejabat Pemkab setempat, mereka bahkan terbelenggu keresahan,  lantaran terus merebak-maraknya isu mutasi pada pekan ini.

Menyusul sinyalemen mutasi, dan rotasi jelang berakhirnya masa jabatan Bupati Agus Hamdani itu, berhembus sejak akhir Desember 2013 lalu.

Kendati hingga sekarang masih belum terbukti, tetapi para pejabat terutama eselon dua, dan tiga semakin risau juga bingung.

Terutama beredarnya draft pejabat dirotasi, dan mutasi di tengah masyarakat serta jejaring sosial.

“Saya mendengar, dan menerima selebaran komposisi pejabat dimutasi. Saya hanya pasrah jika menjadi dimutasi,” kata pejabat lingkungan Sekretariat DPRD, namun enggan ditulis namanya, Kamis (16/01-2014).

Dikemukakan, keresahan para pejabat pada “Satuan Kerja Perangkat Daerah” (SKPD) ini, dinilai bisa berdampak sangat buruk terhadap kinerja mereka.

Kinerja menjadi menurun cukup drastis lantaran dihantui ketakutan digerus mutasi.

Apalagi kini mereka sibuk berasistensi program akan dilaksanakan 2014 ini.

“Jika benar terdapat mutasi, seluruh program bisa terganggu,” katanya.

Sekda, Iman Alirahman, katakan pergantian pejabat dilakukan, lantaran terjadinya kekosongan jabatan pada beberapa SKPD, sebab pejabatnya memasuki masa pensiun.

Usulan rekomendasi Bupati Agus Hamdani mengenai rotasi, dan mutasi pejabat tersebut, terutama menyangkut pejabat eselon dua, disampaikan pada Gubenur Jawa Barat.

Tetapi Namun hingga kini, masih di meja Gubernur Jawa Barat, belum ditandatangani.

“Ini kewenangan Bupati Garut, meski tinggal menghitung hari jelang berakhir masa jabatan. Kita hanya menunggu keputusan. Kapan waktunya rencana mutasi? Saya belum bisa memastikan,” katanya.

Kata dia pula, kini terdapat beberapa jabatan eselon dua pada sejumlah SKPD mengalami kekosongan pejabatnya pensiun.

Sehingga posisinya dijabat Pelaksana Tugas.

Di antaranya Sekretaris DPRD, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKD), Kadis Perhubungan, Kadis Binamarga, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kelautan (BP4K), dan Asisten Pemerintahan Setda.

Kekosongan jabatan ini belum diisi, masih menunggu evaluasi Gubernur. Jadi belum bisa memastikan kapan pelantikan, katanya pula.

terkait kabar beredarnya draf bayangan komposisi pejabat dimutasi, diijelaskan itu hanya isu belum jelas kebenarannya.

“Itu hanya isu. Mutasi dan rotasi pejabat hanya dilakukan pengisian kekosonan jabatan,“ bebernya

*****

Zainul, JDH.