Jelang New Normal Positif Covid-19 Garut Bertambah

0
8 views
Jelang New Normal, Setiap Hari Marak Pasar Tumpah pada Lintasan Jalan Karangpawitan.
Bupati Garut di Comand Center.

“Pasca PSBB Sulit Berlangsung”

Garut News ( Jum’at, 29/05 – 2020 ).

Menjelang fase New Normal, dan pasca penerapan PSBB yang semestinya terjadi peningkatan disiplin penerapan protokol medis cegah penyebaran wabah predator pandemi global coronavirus disease, justru di Kabupaten Positif Covid-19 malahan bertambah.

Sekaligus terjadinya penambahan siginifikan tiga kasus baru, dari 13 positif menjadi 16 kasus positif. Sebagaimana updata Pukul 10:40:57 WIB pada Jum’at (29/05-2020) yang bersumber dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten setempat.

Juga menunjukan, totalitas terkait penyebaran wabah tersebut menembus angka 3.505 kasus terdiri 16 Positif, 66 PDP, 2.606 ODP, serta terdapat 817 OTG.

Sedangkan penambahan tiga kasus positif baru terjadi di Desa Kecamatan Selaawi, sehingga dari wilayah kecamatan itu totalitasnya terdapat lima kasus positif, 54 ODP, dan 128 OTG.

Selama ini banyak disesalkan beragam kalangan, penanganan kasus Corona nyaris seperti pemadam kebakaran. Baru serius ditangani setelah kasusnya meledak. Sejatinya Indonesia bisa mengikuti Vietnam yang nyatanya lebih antisipatif bahkan dibanding AS sekalipun.

“Pasca PSBB Sulit Berlangsung”

Totong.

Sebelumnya Bupati H. Rudy Gunawan katakan, Kabupaten Garut dinyatakan masuk level dua atau zona biru terkait Covid-19. Namun, sistem pembelajaran di sekolah pada masa ‘New Normal’ akan sulit berlangsung.

Menurut dia, sulitnya penyelenggaraan pembelajaran di sekolah dengan tetap mengacu protokol kesehatan ini di Garut, lantaran minimnya infrastuktur. Penyelenggaraan belajar tingkat SD saja berpeserta didik 360.000 siswa dibutuhkan hampir 7.000 ruang kelas.

“Kemarin, Pemkab membahas kemungkinan melaksanakan pembelajaran di sekolah dengan tetap mengacu SOP protokol corona, kita akan menyediakan tempat cuci tangan, vitamin, dan lain-lain. Tetapi memersiapkan itu terganjal tak adanya ruangan kelas baru. Misalnya satu ruang 40 siswa, sebagian mau belajar di mana ?” ungkapnya usai Rapat Koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Rabu (27/05-2020).

Tak hanya ruang kelas, penyediaan alat tempat cuci tangan pun, sekolah-sekolah mengalami kesulitan mendapatkan air.

“Tetapi bagi sebagian sekolah yang siap menyediakan empat komponen harus disiapkan menuju New Normal, itu bagus untuk persiapan apabila pembelajaran di sekolah diberlakukan. Maka, alternatifnya, kita menunggu arahan dari Kemendikbud saja,” katanya.

Juga sebelumnya, publik dihebohkan surat edaran Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Totong bernomor 420/668-Disdik tentang Kesiapan Pembelajaran New Normal tertanggal 26 Mei 2020 ditujukan kepada Kepala SMP Negeri/Swasta dan Korwil Bidang Pendidikan se-Kabupaten Garut.

Beralasan menindaklanjuti instruksi Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Garut dan sesuai status Kabupaten Garut berdasarkan Gugus Tugas Provinsi Jabar bahwa Garut termasuk level 2 (biru) sehingga boleh melaksanakan aktivitas pembelajaran dengan memerhatikan protokol kesehatan menggunakan masker, cuci tangan, jarak tempat duduk, dan waktu jam belajar dibatasi. Maka, sekolah wajib menyediakan empat hal tersebut.

Satuan Pendidikan pun diharuskan membuat pernyataan kesiapan pengadaan sarana dan prasarana protokol kesehatan untuk pembelajaran New Normal.

Respon atas surat edaran beredar di salah satu grup WA guru dan ustaz pun beragam. Selain bertanya-tanya, bahkan ada yang merespon dengan memosting petikan berita kekhawatiran akan munculnya kluster baru akibat pembelajaran di sekolah terkesan terburu-buru itu.

Menanggapi polemik tersebut, Totong mengelak.Surat edaran sekadar pengecekan kesiapan satuan pendidikan dan pembenahan bila sewaktu-waktu Kemendikbud memberlakukan belajar di sekolah seiring pemberlakukan New Normal.

Karena itu, Totong pun meminta masyarakat tetap tenang sebab Disdik Garut masih memberlakukan pembelajaran anak didik dengan belajar mandiri dari rumah. “Saat ini, kita masih melakukan kajian. Keselamatan semua civitas yang ada di sekolah itu segala-galanya,” katanya pula.

*******

Abisyamil,JDH/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here