Jelang Kemarau Panjang Banyak Petani Garut Terpuruk

0
7 views

Garut News ( Ahad, 15/06 – 2014 ).

Banyak Petani Garut Terpaksa Memusnahkan Tanaman Padi Masih Hijau, Lantaran Dipastikan Gagal Panen, Ahad (15/06-2014).
Banyak Petani Garut Terpaksa Memusnahkan Tanaman Padi Masih Hijau, Lantaran Dipastikan Gagal Panen, Ahad (15/06-2014).

Menjelang kemarau panjang diperkirakan berkisar Juli – Agustus 2014, kini banyak di antara para petani di Kabupaten Garut, Jawa Barat, bernasib terpuruk.

Lantaran umumnya hasil panen mereka, sebagian besar diranggas hama tikus, dan juga penggerak batang, sehingga bulir padi menjadi hampa.

Padahal varietas padi ditanam bersumber dari “Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura” (TPH) kabupaten setempat, ungkap Jajang(55), petani di wilayah Kecamatan Tarogong Kaler, Ahad (15/06-2014).

Jajang, Salah Satu Petani Bernasib Terpuruk di Garut, Jelang El Nino.
Jajang, Salah Satu Petani Bernasib Terpuruk di Garut, Jelang El Nino.

Hama tikus pun, selama ini sangat sporadis menyerang puluhan hektar sawah di wilayah kabupaten itu.

Masih menurut Jajang, perbandingan kerugian dideritanya, semula bisa menghasilkan tiga karung gabah basah panen, menjadi satu karung, katanya.

Bahkan, kini terpaksa melakukan panen sebelum waktunya, akibat serangan tikus tersebut, serta hama tanaman.

Termasuk terpaksa membabat tanaman padi masih hijau, lantaran dipastikan bakal gagal panen, ungkap Jajang pula.

Ditambahkan, satu kilogram gabah basah dijual pada pedagang pengumpul, atawa bandar Rp4.000,-

“El Nino Datang Juli”

Varietas Padi Dari Dinas TPH Garut, Terpaksa Dipanen Sebelum Waktunya.
Varietas Padi Dari Dinas TPH Garut, Terpaksa Dipanen Sebelum Waktunya.

— “Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika” (BMKG) menyatakan, El Nino berskala lemah hingga moderat berpotensi terjadi di Indonesia.

“Akan mulai dirasakan pada Juli,” kata Andi Eka Sakya, Kepala BMKG, dalam konferensi pers di Jakarta, Jum’at (13/06-2014).

Fenomena El Nino lemah hingga moderat, mengakibatkan kemarau menjadi lebih kering, dan mengurangi stok air.

Buruh Tani Memilah Gabah Dikepung Kawanan Itik Mencari Pakan.
Buruh Tani Memilah Gabah Dikepung Kawanan Itik Mencari Pakan.

Dia juga katakan, “El Nino menyebabkan mundurnya musim hujan 2014/2015.”

Musim kemarau tahun ini bakal lebih panjang.

Munculnya fenomena El Nino, meski hanya berskala lemah hingga moderat, perlu diantisipasi beberapa pihak.

Mengurangi kerugian lantaran berkurangnya stok air, masyarakat bisa mulai menampung air selagi hujan masih ada.

Andi pun, merekomendasikan hujan buatan.

“Mumpung sekarang awan hujannya masih ada,” katanya.

Buruh Tani Istirahat Sejenak Sambil Nikmati Bawaan Bekal Makanan Dari Rumah.
Buruh Tani Istirahat Sejenak Sambil Nikmati Bawaan Bekal Makanan Dari Rumah.

Para petani perlu memilih komoditas pertanian tahan kering sehingga tak merugi ketika El Nino terjadi.

Prediksi El Nino dibuat BMKG salah satunya didasarkan pada anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik.

Juni ini, suhu muka air laut di Samudra Pasifik masih dikatakan normal sebab anomali temperaturnya masih di bawah 0,5 derajat celsius, hanya 0,38 derajat celsius.

Adanya El Nino baru bisa dinyatakan apabila anomali suhu di atas 0,5 derajat Celsius.

Sebagian Besar Areal Pesawahan Garut Diserang Hama Tikus.
Sebagian Besar Areal Pesawahan Garut Diserang Hama Tikus.

El Nino lemah berkisar 0,5 – 1 derajat Celsius, moderat 1 – 1,5 derajat Celsius, dan kuat lebih dari 1,5 derajat Celsius.

Dikemukakan, El Nino lemah terjadi antara Juli hingga Agustus.

Saat itu, anomali suhu muka laut 0,63 derajat Celsius.

Sedangkan pada November, El Nino moderat melanda Indonesia beranomali suhu mencapai 0,91 derajat Celsius.

Media asing sempat menyebut, El Nino 2014 sekuat 1997, dan bisa menyebabkan kekeringan parah.

Perangkat Sederhana Mekanisasi Pertanian.
Perangkat Sederhana Mekanisasi Pertanian.

Namun, Andi katakan, menurut prediksi BMKG, El Nino tahun ini takkan separah tahun tersebut.

Lantaran, indikator lain yakni Dipole Mode, anomali suhu di Samudra Hindia, menunjukkan angka normal, katanya.

******

Fotografer : John DH

 

Jdh, Kompas.Com

SHARE
Previous articleEl Nino Datang Juli
Next articleSlogan