Jelang Ajaran Baru 2015/2016 Kian “Hantui” Masyarakat

0
10 views

Oleh : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Jum’at, 06/03 – 2015 ).

Foto : Hilda Hainun Hidayati.
Foto : Hilda Hainun Hidayati.

Menjelang memasuki tahun ajaran baru 2015/2016 sekitar Juni mendatang, termasuk menghadapi “Ujian Nasional” (UN) sekitar pertengahan April 2015, kini mulai “menghantui” masyarakat terutama orangtua murid.

Mereka selain mulai was-was menghadapi anak mengikuti “UN”, lantaran meski UN bukan penentu kelulusan, tetapi hasil UN menjadi pertimbangan bisa dan tidaknya diterima melanjutkan pada jenjang pendidikan lebih atas.

Sedangkan fenomena lain menghadapi ajaran baru, dipastikan diperlukannya biaya besar, apalagi jika setiap lembaga pendidikan menerapkan mahalnya “Dana Sumbangan Pendidikan” (DSP), istilah lain yang dahulu dikenal dengan sebutan “uang pangkal”.

Bahkan pula, kini banyak orangtua murid yang merasa dipusingkan dengan kewajiban pelunasan DSP tahun-tahun sebelumnya, yang dijadikan salah satu syarat murid bisa mengikuti UN.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, Komar M pernah menyatakan “pesimis” mengenai realisasi penyelenggaraan pendidikan bisa gratis.

Meski, katanya. Janji manis sekolah bisa gratis tersebut, kerap dijadikan jargon rayuan kepada rakyat pada ajang kampanye.

Menurut Komar, yang paling penting justru jangan ada lagi pungutan DSP di sekolah-sekolah.

Sehingga sangat diharapkan kepala daerah atawa bupati beserta wakilnya, bisa mencegah atawa “menanggulanginya”  supaya tak ada lagi DSP setiap tahun ajaran baru pada semua jenjang pendidikan.

********