Jelang 205 Tahun Garut Terjadi Pemogokan Angkutan Umum

0
25 views
Ratusan Unit Angkot Bersama Operatornya Berkumpul di Alun alun Garut, pada Rangkaian Aksi Mogok Operasional.

“Dambakan Transfortasi Berkualitas, Layanan Online Dihujat Menjengkelkan”

Garut News ( Senin, 05/02 – 2018 ).

Ratusan Unit Angkot Bersama Operatornya Berkumpul di Alun alun Garut, pada Rangkaian Aksi Mogok Operasional.

Menjelang Kabupaten Garut, Jawa Barat, berusia 205 tahun (16 Pebruari 1813 – 16 Pebruari 2018) semakin banyak warganya sangat mendambakan bisa menikmati sarana transfortasi  berkualitas, antara lain dapat terpenuhinya rasa nyaman, cepat, dan aman.

Namun menjadikan ribuan operator moda angkutan penumpang umum di kabupaten setempat sangat kesal masih beroperasinya jasa angkutan berbasis online berpopulasi bertambah banyak, sehingga sekitar 1.387 unit angkutan umum bersama 3.200 an awaknya mogok massal, Senin (05/02-2018).

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman Menerima Ragam Aspirasi Disampaikan Operator Moda Angkutan Umum.

Selain aksi pemogokan angkutan kota (angkot), angkutan perkotaan (angperkot), angkutan pedesaan (angped), elf serta pengemudi ojek, juga para operatornya termasuk pengusaha, Kelompok Kerja Sub Unit (KKSU) juga pengurus DPC Organda berunjuk rasa sekaligus bergantian berorasi di Alun alun Garut.

Mereka menolak keras beroperasionalnya jasa layanan angkutan berbasis online, sekaligus mendesak agar Bupati Garut segera mengeluarkan Perbup pelarangan operasional angkutan berbasis online tersebut.

Lintasan Jalan Cimanuk Garut Menjadi Lengang Tanpa Angkot.

“Penghasilan bersih sekarang rata-rata hanya Rp50 ribu, setelah setoran, dan bensin. Padahal kami membawa angkot sejak subuh hingga jam delapan malam. Sedangkan angkutan online hanya tunggu order. Tak susah bersusah payah,” ungkap pengemudi angkot termasuk Endang (36).

Padahal sebelum merebak – maraknya angkutan online, bisa membawa pulang penghasilan ke rumah berkisar Rp100.000 – Rp150.000. Kini penghasilannya terus – menerus melorot lantaran maraknya angkutan berbasis online itu.

Terminal Non Bis Guntur Juga Menjadi Sepi dan Kehilangan Retribusi Target PAD.

Bahkan selama ini pun penghasilan telah berkurang dengan banyaknya pemilik kendaraan pribadi mobil maupun sepeda motor cicilan. Kemudian kini kian diperparah bermunculannya angkutan online, tandasnya lantang.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Bambang Rudianto kepada Garut News katakan, para pemilik ragam moda angkutan penumpang umum pun, sebenarnya bisa menyikapinya dengan meningkatkan kualitas jasa pelayanan.

Para Petugas Terminal Non Bis Guntur Garut, Nampak Menjaga Terminal Sepi.

Di antaranya berinovasi dan berkreativitas mewujudkan moda angkutan penumpang umumnya dengan banyak sentuhan yang bisa memenuhi kenyamanan para penumpang, malahan tak mustahil angkot pun dapat dilengkapi dengan sarana pendingin.

Selain itu, para pemilik juga bisa ikut serta membangun karakter operatornya masing-masing sehingga bisa bersikap humanis, sopan, tertib berlalu lintas, bersih, rapih, serta beretika bertutur kata sehingga menyenangkan pengguna jasa layanan.

“Helmi Budiman Tetap Menolak”

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman Humanis Dengan Para Operator Moda Angkutan Penumpang Umum.

Di hadapan perwakilan pengunjuk rasa Wakil Bupati Helmi Budiman menyatakan, Pemkab hingga hari ini masih dengan keputusan semula. Tetap menolak angkutan online beroperasi di wilayah kabupatennya.

Bahkan guna memertegas pelarangan angkutan online, Helmi mengajukan pembuatan Perda kepada DPRD tentang angkutan online, katanya antara lain.

Ungkapan senada dikemukakan Kepala Dishub, Suherman dan mengemukakan tetap melarang angkutan umum online beroperasi, sebelum Peraturan Menteri No. 108/2017 dipenuhi, imbuhnya.

Menyempatkan Menyalami Para Operator.

Apabila ternyata masih memaksakan beroperasi, menyerahkan sepenuhnya kepada Polres yang menerjunkan Tim Cyber terkait angkutan online, katanya pula.

Dalam pada itu, pada sepanjang Senin (05/02-2018), pengelola terminal non bis Guntur Garut kehilangan pasokan retrebusi berkisar Rp800 ribu hingga Rp920 ribu untuk memenuhi setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ratusan Angkot Penuhi Alun alun Garut.

Lantaran berlangsungnya pemogokan angkot selama ini beroperasional pada sekitar 16 jalur, ungkap para petugas terminal non bis kepada Garut News, antara lain menambahkan.

********

Jdh/Fotografer : John Doddy Hidayat.