Akhir 2020 Penularan Corona di Garut Mencemaskan

0
17 views
Mengesankan Nyaman Berdempetan Tak Bermasker.
Mengesankan Nyaman Berdempetan Tak Bermasker.

“Pejabat Juga Anggota Dewan Malahan Terus Pelesiran”

Garutnews ( Ahad, 27/12 – 2020 ).

Menjelang berakhirnya 2020, ternyata penularan pandemi corona di Kabupaten Garut semakin mencemaskan. Lantaran terkonfirmasi positif kian meningkat bersamaan kematian akibat terinfeksi wabah juga terus bertambah.

Meski ada penambahan pasien dinyatakan sembuh, namun jumlahnya lebih kecil tak sebanding penambahan kasus baru positif. Keseluruhan positif aktif masih diisolasi perawatan terbilang besar, mencapai sekitar 68 persen dari total pasien sembuh.

Mengesankan Nyaman Tak Bermasker.

Ironisnya pula, kedisiplinan masyarakat terhadap prokes mencegah penyebaran malah terkesan cenderung menurun. Terutama pemakaian masker, dan menjaga jarak. Baik di kawasan perkotaan maupun pelosok daerah.

Rendahnya kedisiplinan terhadap prokes sangat mudah ditemukan pada lokasi keramaian semisal sekitar pasar, mall, warung, rumah makan, kafe, atau lokasi nongkrong. Juga banyak pengendara sepeda motor tampak nyaman tanpa bermasker.

Petugas Puskesmas Kersamanah Garut Senantiasa Terapkan Prokes Sekalipun Hendak Pulang Kerja, Ahad (27/12-2020).

Ironisnya lagi, kalangan pejabat Pemkab Garut maupun legislator pun masih hilir mudik bepergian ke luar daerah membawa serta masing-masing mitra kerjanya. Termasuk unsur Badan Usaha Milk Daerah (BUMD).

Umumnya beralibi kunjungan kerja, bimbingan teknis, atau peningkatan kapasitas aparatur. Perilaku tersebut diikuti banyak oknum pemerintah desa berpelesiran berwisata di luar Garut. Seperti sejumlah oknum pemerintah desa di Malangbong.

Maka tak heran, imbauan pelbagai pihak serta dibentuknya Relawan Covid-19, dan Satgas-satgas Penanganan Covid-19 tingkat RW oleh Pemkab pun tampaknya belum berjalan efektif. Sehingga status Garut Siaga Bencana Covid-19 belum berdampak.

“Mau disiplin bagaimana ? Masyarakat dihimbau disiplin. Sedangkan pejabat termasuk anggota dewan di Garut-nya juga malahan pelesiran terus. Sejak Nopember hinagga menjelang akhir Desember ini, SKPD terus saja bergantian ke luar daerah. Bupati, wakil bupati-nya juga sama. Padahal kerja pun 75 persen WFH, tetapi giliran ke luar daerah, berangkat ramai-ramai. Enggak ada kesan genting,” ungkap Ana S (50) warga Ciwalen Garut Kota, Ahad (27/12-2020).

Berdasar data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 kabupaten ini, positif corona di Kabupaten Garut per 26 Desember 2020 mencapai 3.681 kasus menewaskan 96 orang. Pasien sembuh mencapai 2.138 orang, dan pasien positif Covid-19 aktif mencapai 1.447 orang.

Dalam sepekan terakhir, sejak 20 hingga 26 Desember 2020, warga di Kabupaten Garut tertular Covid-19 mencapai 376 orang dengan kasus kematian 13 orang. Sedangkan pasien dinyatakan sembuh 290 orang. Penambahan jumlah kasus baru positif lebih banyak dibandingkan penambahan jumlah pasien sembuh dalam tujuh hari itu.

*******

Abisyamil, JDH/Foto : Abah John. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here