Jaringan Pakistan Gencar Pasok Narkoba di Indonesia

0
1 views

Jakarta, Garut News ( Jum’at, 17/01 – 2014 ).

Kombes Sumirat Dwiyanto Gelar Konfrensi Pers. (Foto: Humas dan Dokumentasi BNN).
Kombes Sumirat Dwiyanto Gelar Konfrensi Pers. (Foto: Humas dan Dokumentasi BNN).

Jaringan Narkoba asal Pakistan berani masuk ke Indonesia.

Menyusul pada 9 Januari 2014, BNN mengamankan kurir Pakistan, dan dua Warga Indonesia dengan barang bukti seberat 1.564,3 gram heroin, serta seberat 942,2 gram sabu.

Berdasar pengakuan SUK alias Um, seorang kurir Pakistan, dirinya diperintah teman di Pakistan menerima tas berisi Narkoba, dari seseorang di luar Bandara Soekarno – Hatta, kemudian menyerahkan pada kurir lain.

Tunjukkan Barang BUkti Berhasil Dijaring BNN. (Foto: Humas dan Dokumentasi BNN).
Tunjukkan Barang BUkti Berhasil Dijaring BNN. (Foto: Humas dan Dokumentasi BNN).

SUK alias Um, kurir Narkoba asal Pakistan tak menyangka berakhir di penjara.

Dengan alibi uang, ia nekat pergi ke Indonesia menjadi kurir Narkoba.

Dua kali Um masuk ke Indonesia.

Misi pertama Um pertengahan 2013 berjalan mulus.

Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, bertemu pria Pakistan tak ia kenal.

Pria tersebut menyerahkan sebuah tas pada Um, nantinya akan diberikan pada kurir lain.

Enam bulan kemudian, tepatnya 6 Januari 2014, Um kembali mendapat misi sama.

Tanpa ragu ia memutuskan berangkat ke Indonesia.

Darmawan, SE dari Seksi Pencegahan BNNK Garut, Sampaikan Pesan Bahaya penyalahgunaan Narkoba pada Generasi Muda, serta Purna Paskibraka. (Foto: John Doddy Hidayat).
Darmawan, SE dari Seksi Pencegahan BNNK Garut, Sampaikan Pesan Bahaya penyalahgunaan Narkoba pada Generasi Muda, serta Purna Paskibraka. (Foto: John Doddy Hidayat).

Pada 7 Januari sempat transit di Thailand, dan tiba di Bandara Soekarno – Hatta pada 8 Januari 2014.

Tugas Um menerima tas kemudian menyerahkan pada kurir lain bernama Tr(50) di pelataran Hotel Novotel Mangga Dua, Rabu (08/01-2014).

Setelah menerima tas, Tr langsung membawa ke rumahnya di kawasan Beji, Depok, Jawa Barat.

Petugas BNN mengincar tersangka berhasil membekuk Tr di rumahnya, Kamis (09/01-2014) dini hari atawa sekitar pukul 00.30 WIB.

Dari tangan tersangka, petugas menyita seberat 1.564,3 gram heroin, dan seberat 942,2 gram sabu.

Setelah pemeriksaan terhadap Tr, diketahui dirinya bekerja atas perintah RL(43) alias SA.

Advokasi P4GN, Salah Satu Upaya Aksi Global Bebaskan Masyarakat Kabupaten Garut, Jabar, Dari Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba. (Foto: John Doddy Hidayat).
Advokasi P4GN, Salah Satu Upaya Aksi Global Bebaskan Masyarakat Kabupaten Garut, Jabar, Dari Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba. (Foto: John Doddy Hidayat).

Selanjutnya tim BNN melakukan pengembangan, dan menangkap SA di rumahnya pada perumahan Cinere, pukul 01.30 WIB.

SA berkecimpung pada jaringan Narkoba ini sejak Oktober 2013.

SA mendapat upah sekitar Rp1 juta dari setiap transaksi.

Ia membagi dua uang tersebut dengan Tr.

Kepada petugas, mengaku terpaksa menjalankan bisnis ini semata-mata demi menghidupi lima anaknya.

Sebelum menjalankan peran perantara peredaran Narkoba, SA berprofesi pengantar wanita-wanita nakal pada para hidung belang, kebanyakan pria asing.

Ia mengaku kerap menjadi penerjemah memerlancar transaksi tersebut.

Tiga jam berselang dari penangkapan SA, tim BNN mengamankan Um pada sebuah hotel di Mangga Dua.

Dari setiap transaksi dilakukan, Um mengaku menerima upah sebesar US$ 1.000,-

Demikian dikemukakan Kepala Bagian Humas dan Dokumentasi BNN, Kombes Sumirat Dwiyanto dari Jakarta kepada Garut News, Jum’at (17/01-2014).

***** John.