Jaringan Air Bersih 2016 Jangkau 39.950 Penduduk

0
15 views

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Jum’at, 20/05 – 2016 ).

Rd. Satriabudi.
Rd. Satriabudi.

Pembangunan jaringan air bersih di Kabupaten Garut pada 2016 ini, bisa menjangkau sekitar 39.950 penduduk yang tersebar pada 197 desa atawa lokasi.

Masing-masing bersumber dari pasokan alokasi APBD kabupaten setempat Rp12 miliar, beserta kucuran “Dana Alokasi Khusus” (DAK) Rp2,5 miliar.

Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan Pemukiman/Air Bersih, Rd. Satriabudi katakan alokasi APBD bernilai Rp12 miliar tersebut, diperuntukan membangun jaringan air bersih pada 93 desa atawa titik lokasi bertotal 186 “hidran umum” (HU).

Dipastikan bisa menjangkau 7.440 kepala keluarga (KK) penerima manfaat atau sekitar 37.200 penduduk menyusul setiap HU dapat menjangkau 40 KK penerima manfaat, ungkapnya kepada Garut News di ruang kerjanya, Jum’at (20/05-2016).

Sedangkan sumber DAK bernilai Rp2,5 miliar diperuntukan bagi 11 lokasi, dengan 11 “instalasi pengolahan air limbah” (IPAL) komunal, yang bisa menjangkau 550 KK penerima manfaat atawa sekitar 2.750 penduduk, sebab setiap IPAL Komunal jangkau 50 KK.

Dikemukakan pula, pada prioritas upaya percepatan pembangunan sanitasi pemukiman ini pun, berupa pembangunan MCK komunal, serta pelayanan pendekatan cakupan air bersih, serta penyelenggaraan pembangunan pipanisasi.

Sedangkan “oufut” nya, mewujudkan perubahan perilaku masyarakat sehingga mereka bisa memiliki “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat” (PHBS), imbuhnya.

Tahun ini juga terdapat alokasi dana “bantuan provinsi” (Banprov), guna membangun “Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat” (Sabermas), namun pada delapan desa masing-masing desa satu unit.

Sehingga selama 2016 itu, bisa diwujudkan masyarakat pada lima desa baru berkondisi “ODF” maupun terbebas dari perilaku “Buang Air Besar Sembarangan” (BABS).

Lantaran berdasar telisik pendataan Bidang Kesehatan Lingkungan pada Dinkes, hingga kini masih terdapat sekitar 44,6 persen penduduk Kabupaten Garut masih BABS (buang air besar sembarangan).

Sebelumnya diberitakan Garut News, program Sabermas bersumber dana Bantuan Provinsi Jawa Barat 2015, bisa memeroleh hibah tanah masyarakat seluas 2.800 meter persegi atawa 200 tumbak.

Tetapi 20 paket lelang program bagus pada 20 desa tersebar di 16 wilayah kecamatan di kabupaten ini, tak bisa terlaksana 2015 sebab dihadang keterbatasan waktu. Sehingga realisasinya pada 2016 pada delapan desa.

Meski penduduk setiap desa ikhlas menghibahkan tanahnya seluas 10 tumbak maupun 140 m2, menyusul setiap desa dialokasikan dana Rp1 miliar. Masing-masing diperuntukan membiayai pembangunan MCK, Sanitasi Komunal, serta pengadaan air bersih.

Dialokasikan pula anggaran sekitar Rp1,3 miliar, di antaranya guna memenuhi kebutuhan biaya umum, kelompok kerja termasuk fasilitator, konsultan, serta perencanaan.

Kendati program ini diperuntukan bagi setiap desa bersertivikat bebas buang air besar sembarangan, tetapi termasuk pula pada delapan desa menuju kondisi tak buang air besar sembarangan.

Sedangkan program “Sanitasi Lingkungan Berbasis Mayarakat” (SLBM) bersumber dana “Dana Alokasi Khusus” (DAK) APBN 2015 berlangsung lancar pada 10 unit SLBM masing-masing dialokasikan biaya Rp350 juta, dan penduduk setiap desa menghibahkan tanahnya minimal delapan tumbak atawa 112 m2.

Program dilaksanakan secara swakelola ini, berlangsung sejak 2009 hingga 2014 lalu, terealisasi 18 unit pada 18 desa/kecamatan digarap lembaga swadaya masyarakat berbadan hukum.

*******