Janji Kampanye Begitu Manis, Ternyata Isapan Jempol

“Ade  Hermanto : Bukan hanya kelalaian petugas RSU, Melainkan Bupati dan Wakil Bupati juga tak cepat tanggap, meski saya ingatkan sebelumnya. Padahal janji mereka sewaktu kampanye begitu manis, ternyata hanya isapan jempol”

Garut News ( Jum’at, 04/04 – 2014 ).

Pemasangan Iklan Luar Ruang Ini, Diharapkan Tak Hanya Pencitraan. (Foto : John Doddy Hidayat).
Pemasangan Iklan Luar Ruang Ini, Diharapkan Tak Hanya Pencitraan, Atawa Omong Kosong Maupun Abal-abal . (Foto : John Doddy Hidayat).

Direktur RSU dr Slamet Garut, Maskut Faridz menyatakan bela sungkawanya, sekaligus memohon maaf atas kelalaian penanganan petugas rumah sakit.

Maskut sempat menyebutkan, ketika peristiwa terjadi, isteri pasien  mendatangi perawat, sedangkan kondisi pasien gelisah lantaran kesulitan bernapas.

Dia mengakui pasien bisa terjatuh, sebab kasur atawa ranjang tempat perawatan tak memiliki penahan.

“Memang ranjang itu tak ada penahan. Namun, mudah-mudahan peristiwa ini tak terulang lagi” imbuh Maskut, sambil terburu-buru meninggalkan wartawan, dan mengaku ditunggu tamu dari Kejaksaan.

“Disesalkan Banyak Kalangan”

Maskut Faridz. ( Foto : John Doddy Hidayat ).
Maskut Faridz. ( Foto : John Doddy Hidayat ).

Peristiwa menjadikan miris, bahkan sangat menyentuh hati nurani kemanusiaan tersebut, menuai kian banyak kalangan, sangat menyesalkannya.

Di antaranya, anggota Fraksi PAN DPRD setempat, Ade Hermanto juga sangat menyesalkan tewasnya Enur(53).

Diduga kuat lantaran kelalaian petugas RSU.

Dia berpendapat, peristiwa sangat memilukan ini,  tak seharusnya terjadi, jika pemerintah daerah, khususnya instansi terkait, serius dan cekatan melakukan penanganan.

RSU dr Slamet Garut. (Foto : John Doddy Hidayat).
RSU dr Slamet Garut. (Foto : John Doddy Hidayat).

“Padahal saya meminta bupati dan wakilnya, segera bertindak mengeluarkan kebijakan agar pasien segera dirujuk ke RSHS Bandung. Namun ternyata tak dipedulikan,” tandasnya seusai melayat Enur, kemudian mengantarkan keberangkatan jenazah ke kampung halamannya guna diurus, dan dimakamkan.

Dikemukakan Ade, dirinya pernah mendatangi Wabup Helmi Budiman, kebetulan memiliki latar belakang profesi dokter di rumah dinasnya belum lama ini.

Bertujuan, meminta Helmi menengok langsung pasien tergolong keluarga miskin itu, di rumahnya agar diberi semangat hidup.

Namun tak ada tanggapan, katanya.

“Bukan hanya lantaran kelalaian petugas rumah sakit, tetapi Bupati dan Wakil Bupati juga tak cepat tanggap, meski saya ingatkan sebelumnya. Padahal janji mereka sewaktu kampanye begitu manis, ternyata hanya isapan jempol,” katanya pula.

******

Noel, JDH.

Related posts