Jalan Sehat Yasifa’ Hidup Sehat Usia Lanjut Tanpa Tuberkulosis

0
198 views

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Ahad, 17/04 – 2016 ).

Di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Ahad (17/04-2016).
Di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Ahad (17/04-2016).

Jalan sehat bersama Klinik Yasifa dilanjutkan Seminar Awam “Hidup Berkualitas di Usia Lanjut dan Sehat Tanpa Tuberkulosis, Ahad (17/04-2016). Sedangkan sehari sebelumnya diselenggarakan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan untuk masyarakat umum.

Merupakan rangkaian bhakti sosial termasuk kepedulian setiap seluruh pengelola Klinik Utama Yasifa’ pada upaya nyata meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Garut, Jawa Barat.

Demikian dikemukakan pemilik sarana Klinik Yasifa’, Ruli Oktavian, ST di sela penyelenggaraan seminar awam tersebut, juga mengemukakan institusinya selama ini tak hanya menyajikan jasa layanan “kuratif” secara komersial.

dr Yanti
dr Yanti Widamayanti, Sp.Pd Bersama Drs H. Dendi Hidayat dari Komisi C DPRD Kab. Garut.

Melainkan menyajikan advokasi kepada masyarakat umum termasuk menyosialisasikan mengenai pemahaman sangat pentingnya upaya pencegahan didera ragam jenis penyakit.

Drs H. Dendi Hidayat dari Komisi C DPRD Kabupaten Garut saat membuyka resmi seminar awam, juga mengharapkan eksistensi Klinik Utama Yasifa’ selama ini bisa menginpirasi para pengelola sarana kesehatan lainnya.

Seminar Awam.
Seminar Awam.

Bahkan juga diharapkan Yasifa’ bisa semakin memerluas jangkauan jasa layanan kesehatan masyarakat, dengan membuka cabang pada wilayah kecamatan lain, di kabupatennya.

Dalam pada itu, Nani Rahmawati selaku Wasor Tuberkulosis berpendapat, jika seluruh institusi jasa layanan kesehatan bisa menginpirasi kegiatan sosial selama ini kerap diselenggarakan Yasifa’, maka dipastikan bisa memercepat terwujudnya kualitas derajat kesehatan masyarakat.

“Hidup Berkualitas di Usia Lanjut”

Seminar Awam.
Seminar Awam.

Penanggungjawab Medis Klinik Yasifa, Yanti Widamayanti, Sp.Pd secara detail mempresentasikan gejala/keluhan diabetes melitus, kriteria diagnostik diabetes melitus, kemudian lima pilar pengendalian diabetes melitus.

Dihadapan sekitar 572 peserta jalan sehat serta seminar awam itu, dikemukakan pula pentingnya latihan jasmani, “pengaturan gula darah mandiri” (PGDM), obat, serta diit.

Dipaparkan juga mengenai manfaat makan makanan padat secara teratur, mengurangi makanan berlemak dan berminyak, menggunakan lemak sedikit saat memasak, mengurangi makanan manis, memilih produk dengan gula rendah, mengurangi asupan garam, mengonsumsi karbodidrat secara teratur, serta berolahraga.

Membuka Resmi Seminar Awam.
Membuka Resmi Seminar Awam.

Secara detail Yanti Widamayanti menjelaskan komplikasi hipertensi, serta upaya penatalaksanaan hiperetensi, paparnya secara detail.

Gaya hidup termasuk langka berolahraga, salah satu penyebab meningkatnya jumlah penderita diabetes melitus, imbuh Yanti Widamayanti, menambahkan.

Pada seminar awam di gedung pendopo kabupaten tersebut, disemarakan pula hiburan sehat, serta pembagian hadiah dari undian peserta jalan sehat.

“Mencegah Diabetes Melitus”

Ruli Oktavian Bersama Wabup dr H. Helmi Budiman.
Ruli Oktavian Bersama Wabup dr H. Helmi Budiman.

Pada 2011, Indonesia masih berada di peringkat ke-10 dunia untuk masalah diabetes. Pada tahun itu, Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) memperingatkan bahwa Indonesia memasuki epidemi diabetes melitus.

Seandainya peringatan itu diperhatikan, mungkin penderita diabetes di Indonesia tak meningkat secepat saat ini. Kenyataannya, jumlah penderita diabetes Indonesia kini berada di peringkat ke-5 dunia.

Diabetes Country Profile 2016 Indonesia dikeluarkan WHO menyatakan angka kematian warga Indonesia berusia 30-69 tahun sekitar 48.300 orang. Hanya dalam satu tahun, jumlah penderita diabetes di Indonesia melonjak 600 ribu orang menjadi 9,1 juta orang pada 2014.

Diperkirakan, pada 2035 nanti, ada sekitar 14,1 juta penduduk Indonesia menderita diabetes. Risiko kematian bagi para penderita itu juga tinggi.

aa2008Pertumbuhan jumlah penderita diabetes di Indonesia bisa sangat cepat karena banyak orang tak sadar sudah terkena penyakit ini. Rata-rata orang Indonesia memandang remeh penyakit ini lantaran kemunculannya tanpa gejala menyakitkan: “hanya” sering haus, sering buang air kecil, dan berat badan turun tanpa disertai penyebab jelas. Padahal risiko penyakit ini sangat tinggi.

Diabetes sejauh ini diyakini sulit disembuhkan dan cenderung akan makin parah dari tahun ke tahun. Penderitanya akan sangat bergantung pada obat-obatan dan suntikan insulin untuk mencegah penyakitnya semakin parah. Diabetes juga akan memicu penyakit lain, seperti ginjal, tekanan darah tinggi, dan jantung.

aa2010Kebanyakan korban diabetes Indonesia muncul karena terlambatnya diagnosis. Sesungguhnya diabetes adalah penyakit yang dapat dicegah. Diabetes, terlebih tipe 2, pada umumnya disebabkan oleh gaya hidup tak sehat, terutama dalam hal makanan dan minuman.

Perubahan gaya hidup ini merupakan akibat dari perbaikan ekonomi masyarakat Indonesia. Pada gilirannya, perbaikan ekonomi ini telah memicu berbagai penyakit, termasuk diabetes.

Pada titik ini, Kementerian Kesehatan sebetulnya bisa mencegah bertambahnya jumlah penderita diabetes dengan sosialisasi, edukasi, dan langkah pencegahan dini terpadu kepada masyarakat umum.

Menyampaikan Hadiah Pada lansia Sehat Berusia Diatas 70 Tahun.
Menyampaikan Hadiah Pada lansia Sehat Berusia Diatas 70 Tahun.

Sosialisasi dan edukasi harus diberikan, baik kepada orang tua maupun para siswa di sekolah. Pencegahan merupakan salah satu metode terbaik untuk menurunkan jumlah penderita diabetes.

Kementerian juga harus memasukkan hal-ihwal diabetes ke program senasional Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tak Menular). Dengan berbagai langkah itu, Indonesia bisa mengurangi jumlah penderita diabetes.

*******

 

Pelbagai Sumber.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here