Jalan Poros Lengkongjaya Berkondisi Nyaris Menyerupai Kolam Lele

0
91 views
H. Edi Jubaedi.

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 21/11 – 2016 ).

H. Edi Jubaedi.
H. Edi Jubaedi.

Penduduk Kelurahan Lengkongjaya Karangpawitan Garut, sangat mengeluhkan lintasan ruas badan jalan poros penghubung Kampung Sukarame dengan Kampung Bojonglarang, hingga kini berkondisi rusak parah.

Sehingga ragam aktivitas termasuk mobilitas perekonomian warga terhambat lantaran rusaknya jalan sepanjang 4,5 kilometer tersebut, sangat mengganggu kelancaran lalu lintas pengguna kendaraan roda dua maupun empat. Bahkan rawan menimbulkan kecelakaan.

Jika turun hujan deras, jalan berlubang berkedalaman sekitar 15 centimeter itu berubah seakan menjadi kolam lele digenangi air keruh bercampur lumpur. Bahkan diperparah bahaya kian mengintai jika penduduk melintas pada malam hari.

Sebab penerangan jalan umum pada sepanjang ruas jalan ini masih minim. Sehingga warga juga merasa sangat kesal menyusul kondisi kerusakan ruas jalan poros Lengkongjaya tersebut, terkesan malahan dibiarkan Pemkab setempat sejak lebih lima tahun lalu. Meski beberapa kali diusulkan perbaikan jalan pun tak jua ditanggapi.

Ironisnya pula, bukannya melakukan perbaikan jalan poros Kelurahan Lengkongjaya, Pemkab Garut justru lebih memprioritaskan pembangunan jalan akses menuju relokasi hunian rumah tapak bagi para pengungsi korban terdampak banjir bandang sungai Cimanuk.

Anggaran digelontorkan Pemkab untuk pembangunan jalan itu mencapai Rp194.660 juta melalui APBD Tahun Anggaran 2016 Perubahan.

Padahal menuju tempat relokasi idealnya melalui ruas jalan poros Kelurahan Lengkongjaya yang rusak itu.

Di tempat relokasi berluas areal sekitar tiga hektare itu rencananya dibangun 150 unit rumah tapak.

Kepala Kelurahan Lengkongjaya Edi Jubaedi mengakui banyaknya keluhan warga atas kondisi ruas jalan satu-satunya poros Kelurahan Lengkongjaya rusak parah ini. Padahal keberadaannya sangat dibutuhkan bagi kelancaran aktivitas ekonomi dan transportasi masyarakat.

“Kami juga sebetulnya berupaya mengusulkan perbaikan jalan. Baik melalui kecamatan maupun Dinas Binamarga. Bahkan Bupati maupun Wakil Bupati serta Komisi A DPRD pernah menyaksikan dan merasakan sendiri bagaimana rusaknya jalan ini ketika meninjau relokasi hunian rumah tapak korban banjir Cimanuk. Namun sampai sekarang tak pernah ada tanggapan,” ungkapnya, Senin (21/11-2016).

Dikemukakan, selain ruas jalan poros terlantar, Kelurahan Lengkongjaya juga sejak dimekarkan sepuluh tahun lalu hingga kini belum juga memiliki gedung aula pertemuan. Padahal lahan pembangunan gedung aula tersedia.

Kepala Bidang Bina Teknik pada Dinas Binamarga Garut Jujun Juansyah Nurhakim katakan pihaknya menerima laporan usulan perbaikan jalan poros Kelurahan Lengkongjaya rusak dari pihak Pemerintah Kelurahan setempat. Namun dia mengelak pihaknya tak bisa berbuat apa-apa, karena keputusannya ada di tangan Bupati.

“Kami melaporkan kepada Bupati. Mudah-mudahan pada 2017 nanti ada perbaikan jalan,” imbuhnya.

*********

(nz, jdh).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here