Jajaran Dishut Garut Gencar Cegah Kebakaran Hutan

Garut News ( Jum’at, 15/08 – 2014 ).

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

– Meski kemarau saat ini masih belum berdampak serius, namun jajaran “Dinas Kehutanan” (Dishut) Kabupaten Garut, Jabar, cukup gencar menyosialisasikan upaya pencegahan.

Bahkan penanganan terhadap kemungkinan terjadinya kasus kebakaran hutan, dan lahan di kabupaten tersebut.

Perlunya kewaspadaan, dan deteksi dini juga disampaikan pada setiap “Unit Pelaksana Teknis Dinas” (UPTD) Kehutanan setiap wilayah, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan pada 24 kecamatan, organisasi kemasyarakatan, serta dunia usaha bergerak di bidang kehutanan.

Foto : John  Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

“Kita senantiasa berkoordinasi dan bersinergi dengan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Perum Perhutani, serta Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan/Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan) berbatasan hutan masyarakatnya sering keluar masuk hutan. Kita sebenarnya tak punya kawasan. Pemilik kawasan itu BKSDA, dan Perhutani,” ungkap Kepala Dishut Garut, Ir Sutarman didampingi Kabid Pengamanan Hutan,Maman, Jum’at (15/08-2014).

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

Komunitas masyarakat relawan “Pengamanan Hutan” (Pamhut) Swakarsa kini terbentuk pada 32 dari 42 kecamatan di Kabupaten Garut juga turut disiagakan.

Pamhut swakarsa dibentuk dari warga di desa-desa berbatasan kawasan hutan.

Setiap Pamhut Swakarsa terdiri 25 anggota.

Sutarman mengemukakan, antisipasi kebakaran hutan ini, sekaligus tindak lanjut Surat Edaran Menteri Dalam Negeri bernomor 363/3468/SJ, 28 Juli 2014, terkait antisipasi dampak el Nino.

“Sesuai edaran Mendagri, kita diminta mengawasi dunia usaha bergerak sektor kehutanan agar tak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar,” imbuhnya, menyerukan.

Sutarman berpendapat, pada dasarnya nyaris seluruh kawasan hutan di kabupatennya rawan kebakaran lantaran banyaknya aktivitas masyarakat keluar masuk hutan.

Terutama kawasan hutan Gunungapi Guntur dinilai paling rawan kebakaran, katanya, mengingatkan.

Kendati kebakaran hutan kawasan itu,  disinyalir lebih banyak akibat ulah manusia berkepentingan tertentu, namun dikamuflasekan menjadi mitos seolah kebakaran di sana peristiwa rutin tahunan tak bisa dihindari.

Luas kawasan hutan sekitar 45% dari wilayah Kabupaten Garut atawa mencapai sekitar 307 ribu hektare.

Dari 434 desa, sedikitnya 212 desa di antaranya berbatasan dengan kawasan hutan, kata Sutarman pula.

*******

Noel, Jdh.

Related posts