Jahe Garut Menembus Pakistan, Banglades, Belanda, Brunai

by

Garut News ( Kamis, 26/06 – 2014 ).

Jahe Garut. (Foto : John DH).
Jahe Garut. (Foto : John DH).

Kalangan petani jahe Garut, Jawa Barat, selama ini kerap kebanjiran pemesan.

Bahkan banyak permintaan tak bisa dipenuhi, pemesan berdatangan dari dalam maupun luar negeri.

Paling banyak pemesan dari Pakistan, Banglades, Belanda, dan Brunai Darusalam.

Tetapi kalangan petani dan pengusaha hanya mampu memenuhi kebutuhan jahe setiap bulannya 980 ton.

Sebelum dipasarkan, jahe ini dikumpulkan pada “Sub Terminal Agrobisnis” (STA) di Bayongbong.

Pada lokasi ini, jahe disortir dan dikemas sesuai pesanan konsumen. Malahan jahe dicuci dan dijemur sebelum dikirim ke luar negeri, agar terjamin baik kualitasnya.

Manager STA Bayongbong, Sasa Hermansah katakan, permintaan jahe dari luar negeri itu berlangsung sejak dua tahun terakhir, bahkan banyak negara meminta tambahan volume pengiriman jahe.

Namun, kalangan petani dan pengusaha di Garut menghadapi beragam kendala.

Salah satunya permodalan. Dengan modal saat ini petani tak bisa meningkatkan produksi panennya untuk memenuhi permintaan konsumen.

Sehingga terpaksa banyak di antara pengusaha mendatangkan jahe dari luar Garut menutupi permintaan konsumen.

Jahe asal Indonesia khususnya Garut tersebut, memiliki keunggulan dibandingkan negara lain.

Salah satunya posturnya besar dan juga nilai kandungan kurkumanya tinggi.

Kondisi ini lantaran areal pertanian di Garut berada pada dataran tinggi, katanya.

******

Pelbagai Sumber.