Jadikan Ramadhan Momentum Berantas Kemaksiatan Kota Garut

0
99 views

Garut News ( Jum’at, 05/06 – 2015 ).

Ilustrasi. (Foto: John Doddy Hidayat).
Ilustrasi. (Foto: John Doddy Hidayat).

Ketua Paguyuban Sundawani Kabupaten Garut M Komarudin Karma, mengingatkan sekaligus mendesak Pemkab setempat segera menggelar razia tempat-tempat hiburan.

Guna mengantisipasi kemungkinan merebak-maraknya peredaran “minuman keras” (Miras), Narkoba, serta jenis kemaksiatan lainnya.

Juga termasuk mengantisipasi kemungkinan merebaknya pergaulan bebas, dan praktik kemaksiatan. Lantaran sebentar lagi Umat Islam memasuki pelaksanaan ibadah shaum Ramadlan 1436 Hijriyah.

Menyusul terwujudnya situasi kondusif menjelang Ramadlan, diharapkan bisa mendukung kekhusyuan melaksanakan ibadah shaum.

“Karena itu, kudu dirazia tak hanya tempat hiburan, melainkan juga hotel, penginapan, terminal, atawa titik lokasi lain disinyalir berpotensi dijadikan tempat peredaran Miras, narkoba, atawa lokasi transaksi badani,” tandas Komarudin, akrab disapa Ceng Kokom itu, belum lama ini.

Khusus selama Ramadlan, pihaknya meminta pemerintah menutup seluruh tempat hiburan untuk menghormati umat Islam menjalankan ibadah selama bulan penuh berkah ini.

Ceng Kokom pun menyatakan sangat heran dengan sikap Pemkab terkesan tak peka terhadap aspirasi masyarakat, khususnya Umat Islam akan melaksanakan ibadah shaum.

Sebab, hingga kini belum ada tanda-tanda menggelar razia penyakit masyarakat maupun kebijakan khusus lain menyangkut Ramadlan.

Padahal Ramadlan hanya tinggal kurang dua pekan lagi. Sehingga tak heran apabila banyak tokoh agama dan masyarakat resah, serta mengeluhkannya.

Razia tempat hiburan juga perlu dilakukan tak hanya mendekati Ramadlan melainkan sekaligus sebagai upaya penertiban perijinan, serta beroperasinya usaha tempat hiburan.

Lantaran disinyalir ada sejumlah tempat hiburan perijinannya bermasalah, serta terjadi pelanggaran waktu beroperasi hingga berpotensi mengganggu masyarakat.

“Sekitar 17 hari lalu, kami juga pernah meminta Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) menggelar razia tempat-tempat hiburan mengantisiaspi miras dan narkoba, tetapi sampai kini tak ada respon. Ada tempat karaoke buka sampai jam empat subuh, tetapi tetap saja dibiarkan,” sesal Ceng Kokom.

Padahal, dia yakin razia tempat hiburan tersebut mendapatkan dukungan para pengusaha tempat hiburan sendiri. Hal itu agar usaha hiburan mereka kelola tak disalahgunakan pihak lain untuk melakukan perbuatan maksiat.

Seperti ditunjukkan tempat hiburan karaoke Charly Family Karaoke Garut di Jalan Raya Cimanuk.

“Manajer Charly bahkan pernah meminta kepolisian melakukan razia khusus di tempatnya Charly Karaoke agar steril dari peredaran miras dan narkoba. Namun sampai sekarang tak pernah ada realisasi,” ungkap  Ceng Kokom juga Ketua Ikatan Juru Kunci Makam Keramat Godog itu.

Manajer Charly VHT Family Karaoke Garut Julia pun menyatakan dukungan dilakukan razia terhadap tempat-tempat hiburan, terutama tempat usaha hiburan karaoke dikelolanya.  Agar tempat usahanya bisa bersih dari kemungkinan beredarnya miras, dan narkoba.

Juga pihak lain yang mencoba menyalahgunakan tempatnya berbuat menjurus maksiat.

Sejak beroperasi, tuturnya, Charly VHT Family Karaoke menerapkan peraturan dan kebijakan ketat terkait pegawai maupun pengunjung.

Para karyawan diwajibkan berpakaian Islami. Pengunjung pun diharuskan berpakaian sopan, dan tak memerlihatkan aurat bagian tubuhnya yang bisa menimbulkan fitnah, katanya.

“Kami tak pernah menyediakan miras. PL (Pemandu Lagu) pun tak pernah kami sediakan. Kalaupun ada pengunjung membawa PL dari luar, maka PL tersebut mesti berpakaian sopan. PL wanita tak boleh berpakaian bawahannya pendek hingga kelihatan bagian paha. Boleh masuk, teapi harus bercelana panjang !” katanya pula.

*********

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here