Ito, Selusuri Trotoar Perkotaan Sejauh Belasan Kilometer

by

Garut News ( Rabu, 06/08 – 2014 ).

Ito, Jalani Profesi Penjual Lahang atawa Air Nira Meneruskan Profesi Orang Tua nya. - John.
Ito, Jalani Profesi Penjual Lahang atawa Air Nira Meneruskan Profesi Orang Tua nya. – John.

Ito, demikian nama lelaki mengaku masih bujangan berusia 24 tahun, selama ini setiap hari senantiasa setia menapaki atawa menyelusuri trotoar perkotaan Garut, Jawa Barat.

Hingga total daya tempuhnya bisa mencapai sejauh belasan kilometer.

Sedangkan fenomena kehidupan ditapakinya tersebut, setiap hari pula dimulai dari halaman rumah sederhana milik orang tua Ito, di Kampung Lebakjaya Kecamatan Karangpawitan.

Setiap Hari Berjalan Sejauh Belasan Kilometer. - John.
Setiap Hari Berjalan Sejauh Belasan Kilometer. – John.

Dengan membawa dua pikulan selongsong bambu tua berisi penuh air nira, atawa “lahang”.

Jenis minuman tradisional masyarakat Tatar Sunda ini, dijual dengan seharga Rp2 ribu setiap gelas.

Selama ini pula bisa habis terjual hingga menjelang sore.

Namun jika pembeli langka, Ito mengaku pula baru bisa sampai kembali di rumahnya pada pukul 20.00.

Tetap Berjalan Meski Disengat Terik Matahari dan Serbuan Debu Jalanan. - John.
Tetap Berjalan Meski Disengat Terik Matahari dan Serbuan Debu Jalanan. – John.

Sedangkan perolehan penghasilan bekerja sehari penuh menyusuri perkotaan hingga sejauh belasan kilometer itu, berkisar Rp75 ribu hingga 125 ribu.

Namun jika tak laku, atawa banyak tersisa lantaran langka maupun tak ada pembeli, maka lahang dari kedua selongsong bambu ini, segera diproduksi menjadi gula merah.

Sebab apabila dijual lagi pada keesokan hari, dipastikan sangat basi berkondisi sangat asam.

Bersaing Keras Dengan Beragam Jenis Minuman Kemasan Sangat Menarik. - John.
Bersaing Keras Dengan Beragam Jenis Minuman Kemasan Sangat Menarik. – John.

Profesi ini, warisan orang tua bahkan almarhum kakeknya, berlangsung secara turun-temurun.

Mata dagangan ini, masih terus dijajakan di tengah gencarnya persaingan serbuan beragam jenis minuman kemasan.

Demikian dikemukakan Ito kepada Garut News di seputar Bundaran Guntur, atawa pada posisi sekitar delapan kilometer dari rumahnya, Rabu (06/08-2014).

******

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.