Istana Kerajaan Nabi Sulaiman

0
4,682 views
istana nabi sulaiman

istana nabi sulaiman

Mengungkap Misteri Istana Kerajaan Nabi Sulaiman Yang Di Gilakan Oleh Yahudi

Garut News – Istana Nabi Sulaiman, Mengungkap misteri istana kerajaan Nabi Sulaiman yang terletak di Yerusalem telah dicoba dilakukan oleh para arkeolog dan penelitian tersebut ternyata membuahkan hasil dengan penemuan akan sisa bangunan yang dipercaya sebagai peninggalan istana kerajaan Nabi Daud dengan pusat ibukotanya. Namun, bagaimana dengan bekas kerajaan Nabi Sulaiman sendiri? Simak ulasan yang ada di bawah ini untuk mengetahui lebih jelas soal misteri yang membuat banyak orang penasaran.

Selama pemerintahan Hizkia, perluasan tembok kota dilakukan sampai ke barat yang mungkin sekarang kita kenal dengan kota lama Yerussalem. Sisa-sisa peninggalan istana kerajaan Nabi Daud dipercaya telah ditemukan oleh seorang arkeolog Israel Eilat Mazar yang penemuannya diumumkan pada tahun 2005, tepat pada tanggal 4 Agustus dan di situ juga ditemukan situs pintu gerbang dengan lengkungan setinggi 60 kaki dan dinamakan struktur Batu Melangkah. Ada terdapat di Al-Qur’an bahwa orang yahudi diperintahkan oleh Allah, tepatnya penjelasan ini ada di dalam Surat Al-Baqarah [2: 58] bahwa orang yahudi diperintahkan masuk ke negeri Yerussalem sehingga bisa menikmati hasil bumi sepuasnya dan untuk memasuki pintu gerbang sambil mengucap “Hitthah, niscaya kami ampuni kesalahanmu” seraya menundukkan diri, Istana Nabi Sulaiman.

Sayangnya, peninggalan kerajaan Nabi Sulaiman itu penemuannya belum pasti. Bahkan untuk mengungkap legenda misteri istana tersebut sudah dicoba dengan melakukan penggalian terowongan-terowongan di bawah tanah untuk mendapatkan situs tersebut. Penggalian dikabarkan sudah sampai di bawah tempat suci umat Islam yang dikenal dengan Mesjidil Aq’sah, tapi malah memicu kemarahan umat Islam karena mereka khawatir bahwa bangunan tersebut bakal rusak.

Sejarah Kerajaan Nabi Sulaiman

Istana Nabi Sulaiman, Diungkapkan oleh catatan sejarah bahwa Nabi Sulaiman dan Ratu Saba pernah bertemu dan hal ini tentu berdasarkan pada penelitian yang dilakukan di negeri tua Saba di Yaman Selatan. Terungkap melalui penelitian terhadap reruntuhan bahwa di kawasan tersebut pernah hidup seorang “ratu” antara 1000 sampai dengan 950 SM dan melakukan perjalanan ke Yerussalem. Surat An Naml diketahui sebagai sumber detil segala hal berkaitan dengan pemerintahan, kekuatan politik dan ekonomi di antara dua orang penguasa tersebut.

Kisah Nabi Sulaiman, Misteri bekas istana kerajaan Nabi Sulaiman sepertinya ada hubungannya dengan Ratu Saba dan keterangan yang ada di Surat An Naml menyatakan bahwa seekor burung Hud membawa berita dan burung ini merupakan salah satu dari tentara Nabi Sulaiman. Disebutkan juga dalam surat tersebut bahwa kerajaan serta istana yang mewah dan mengagumkan dimiliki oleh Nabi Sulaiman, bahkan di masanya, istana pun sudah dipenuhi dengan teknologi canggih, benda-benda berharga, serta karya seni yang luar biasa. Salah satu yang bakal membuat semua orang terkagum adalah pintu gerbang istana yang pembuatannya menggunakan bahan dari gelas.

Terjadi penghancuran pada kuil Nabi Sulaiman,

Istana Nabi Sulaiman, dan bagian yang menjadi satu-satunya tersisa, yaitu tembok kuil akhirnya dijadikan “Tembok Ratapan” oleh para kaum yahudi. Mengapa istana tersebut dihancurkan adalah karena kesombongan yang disertai tindakan jahat dari bangsa Yahudi. Namun, sebenarnya tidak hanya istana milik Nabi Sulaiman saja, penghancuran pun dilakukan di beberapa tempat lain di Yerussalem.

Masih diusahakan oleh para arkeolog Israel untuk membuktikan bekas peninggalan istana kerajaan Sulaiman karena memang juga disebut-sebut juga bahwa ada banyak harta karun yang ada di sana. Karena sudah beribu-ribu tahun, ada kemungkinan bahwa bekas istana tersebut ada jauh di dalam tanah dan tertimbun. Rupanya untuk mengungkap misteri istana kerajaan Nabi Sulaiman tidak semudah itu; ada juga kabar bahwa setelah wafatnya Sulaiman, anaknya meneruskan menjadi raja dan banyak penduduk menjadi durhaka sehingga Allah menghukum dengan gempa bumi dahsyat mengakibatkan istana terbenam di dalam tanah.

Kisah Datangnya Malaikat Izrail yang Menyamar ke Istana Nabi Sulaiman, Ini yang Terjadi. Malaikat Izrail menjadi malaikat yang paling ditakuti oleh manusia. Kedatangannya menjadi pertanda bahwa usia tidak lagi lama. Tidak hanya manusia biasa, namun Ia juga mendatangi para Nabi dan utusan-Nya.

Nabi Sulaiman dalam sebuah kisah pernah dikunjungi Malaikat Izrail. Namun tujuannya bukan untuk mencabut nyawa Nabi yang mampu berbicara dengan para binatang ini. Sang Malaikat justru terpaku dengan tatapan yang begitu tajam.

Ternyata, malaikat pencabut nyawa ini sedang menatap seorang tamu yang sedang berkunjung ke rumah Nabi. Karena tatapannya ini, tamu pun sangat ketakutan dan meminta sang penguasa angin untuk memindahkannya ke Negeri Cina. Apa yang terjadi selanjutnya?

Tidak seorangpun yang mengetahui kapan dan bagaimana ia akan meninggalkan dunia ini. Sebab, Allah SWT merahasiakan perkara yang satu ini dari ciptaan-Nya. Kematian setiap makhluk sudah ditakdirkan, tanpa terkecuali.

Ada banyak cara yang dilakukan oleh malaikat maut untuk mencabut nyawa manusia, tentu saja itu semua atas perintah dari Allah SWT. Mendatangi rumah atau menjelma menjadi makhluk juga digunakan malaikat Izrail untuk mencabut nyawa manusia.

Dalam sebuah riwayat dijelaskan jika pada suatu hari malaikat pencabut nyawa (malaikat Izrail) mendatangi rumah Nabi Sulaiman. Di saat itu ada seorang pemuda yang tengah bertamu dan bercakap-cakap dengan Nabi di rumahnya.

Begitu masuk ke dalam rumah tersebut, di saat melihat pemuda tersebut tiba-tiba saja pandangan malaikat Izrail berubah menjadi lebih tajam. Hati pemuda tersebut kemudian berdebar-debar karena dipandangi dengan sangat tajam oleh tamu sang nabi. Tidak hanya itu, ia juga merasa ketakutan dengan apa yang sudah terjadi, Istana Nabi Sulaiman.

Beberapa saat kemudian, malaikat maut tersebut pergi meninggalkan Nabi Sulaiman dan pemuda tadi. Setelah melihatnya pergi, maka bertanyalah pemuda tadi kepada Nabi Sulaiman. “Ya Nabi Sulaiman alaihissalam, siapakah orang tadi?”

Nabi Sulaiman menjawab, “Itu adalah malaikat maut yang sedang menyamar menjadi manusia.”

Pemuda tersebut berkata, “Sungguh aku tidak nyaman dengan pandangannya yang terus-menerus menatapku. Aku menjadi takut jangan-jangan dia ingin mencabut nyawaku. Ya Nabi Sulaiman, sebagai seorang nabi yang diberi kekuatan oleh Allah untuk menguasai angin, bisakah kau menyuruh angin untuk menerbangkanku ke negeri Cina? Semoga dia tidak bisa mengejarku ke negeri Cina.”

Nabi Sulaiman berkata, “Apabila memang sudah waktumu untuk meninggal, bukankah kau tidak bisa lolos dari kematian?”

“Ya, tetapi aku ingin mencobanya. Wahai nabi Sulaiman, aku mohon kepada engkau agar menyuruh angin untuk membawaku ke negeri Cina”, katanya.

Setelah memohon dengan sungguh-sungguh akhirnya Nabi Sulaiman bersedia mengabulkan keinginan si pemuda tadi. Dengan mukjizat dari Allah SWT yang telah dilimpahkan kepada Nabi Sulaiman maka ia bisa memerintahkan angin untuk membawa pemuda itu ke negeri Cina sesuai dengan permintaannya.

Hingga akhirnya sampailah pemuda tersebut ke negeri Cina.

Beberapa lama setelah kejadian tersebut, datanglah malaikat maut kepada Nabi Sulaiman. Lantas, bertanyalah Nabi mengapa malaikat maut itu menandangi pemuda tersebut dengan pandangan yang tajam.
Kemudian malaikat maut menjawab, “Sesungguhnya aku diperintahkan oleh Allah untuk mencabut nyawa pemuda itu pada saat yang telah ditentukan (hari itu) di negeri Cina. Aku memandanginya karena keheranan, mengapa Allah menyuruhku untuk mencabut nyawanya di negeri Cina sementara aku melihatnya sedang berada di dekatmu?”

Maka malaikat maut melanjutkan, “Ternyata pahamlah aku, karena tidak lama setelah aku pergi, tiba-tiba angin membawanya ke negeri Cina. Dan aku telah mencabut nyawanya hari itu di Cina.”

Dari kisah di atas bisa diambil pengajaran bahwasanya tidak ada satupun orang yang dapat menolak datangnya kematian kemanapun ia pergi untuk menghindarinya. Maka terimalah segala sesuatu sudah ditakdirkan Allah SWT kepada kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here