Islah Kandaskan Rencana RSU Garut Layangkan Somasi

0
24 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Selasa, 29/03 – 2016 ).

Ilustrasi.
Ilustrasi.

– Badan Pengelola RSU dr Slamet Garut batal melayangkan somasi terhadap Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten setempat. Terkait pemuatan citra buruk RSU dalam soal Bahasa Indonesia tingkat SD menimbulkan kegaduhan dan perbincangan hangat sejumlah kalangan sejak beberapa waktu lalu itu.

Pembatalan tersebut menyusul dilakukannya islah pada sebuah pertemuan tertutup antara pejabat Disdik dengan pejabat RSU di suatu tempat dirahasiakan.

“Pertemuan itu pokoknya membahas tentang soal ujian. Dengan begitu, somasi pun dibatalkan,” ungkap Humas RSU , Lingga Syahputra, Selasa (29/03-2016).

Dikatakan, pertemuan itu antara lain menghasilkan kesepakatan, Disdik kudu meminta maaf kepada RSU secara lisan maupun tulisan. Disdik juga harus mengklarifikasi pemberitaan serta memberikan sanksi terhadap pembuat soal atawa mereka terlibat di dalamnya.

“Pak Direktur mengharapkan, dari kejadian ini diambil hikmahnya saja. Bahkan dijadikan evaluasi bagi pihak rumah sakit, sekaligus instrospeksi diri meningkatkan pelayanan,”¬†katanya.

Meski pihak RSU Garut menyatakan melakukan islah, DPRD menilai hal ini belumlah cukup. Lantaran islah tersebut terkesan dilakukan diam-diam. Dewan juga menilai, semestinya langkah islah dilakukan secara terbuka agar publik mengetahuinya jelas.

Ketua Komisi D DPRD Garut Asep De Maman katakan, islah dilakukan sebatas pejabat terkait dikhawatirkan tak bisa meredam gejolak di kalangan bawahnya.

“Di sana kan ada lembaga-lembaga profesional seperti dokter dan perawat juga merasa tersinggung atas kelalaian pihak Disdik itu. Maka kalaupun ada islah, harus jelas dan terbuka ke publik,” imbuh Maman.

Ketua Komisi A DPRD Garut Alit Suherman mengingatkan pula, Pemkab melakukan evaluasi terhadap dua lembaga tersebut. Pembuat soal maupun pejabat di lingkungan Disdik bertanggung jawab harus tetap mesti dikenakan sanksi tegas.

Begitu pula pegawai RSU Garut dinilai lalai menjalankan kewajibannya mesti ditindak.

“Pejabat bertanggung jawab harus dicopot dari jabatannya. Pegawai di rumah sakit tak memberikan pelayanan prima juga harus ditindak. Sehingga semuanya clear,” tandasnya.

********

( nz, jdh ).