Ironis, Kawasan Terlarang Dipromosikan Wisata Disbudpar Garut

0
62 views

Ilustrasi Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 10/12 – 2015 ).

Kawasan Sancang.
Kawasan Sancang.

Ragam potensi pariwisata alami di Kabupaten Garut, Jawa Barat,  dipastikan diserbu para pengunjung sepanjang musim liburan anak sekolah, termasuk pada perayaan Natal, dan pergantian tahun 2015/2016.

Meski sejumlah tempat sebenarnya terlarang dikunjungi, namun telanjur dinilai masyarakat sebagai objek wisata. Di antaranya, kawasan Hutan Sancang Cibalong selatan Garut, serta kawasan hutan dan puncak Gunung Cikurai. Tempat-tempat tersebut, juga kerap diserbu pengunjung sepanjang musim liburan.

Namun ironisnya, salah persepsi di tengah masyarakat itu pun diduga tak terlepas terdapatnya kekeliruan Disbudpar setempat, dalam mempromosikan kawasan ini sebagai objek wisata alam melalui laman Pemkab Garut, atawa garutkab.go.id.

Gunung Cikurai.
Gunung Cikurai.

Beberapa waktu lalu Disbudpar gencar mempromosikan kawasan Hutan Sancang sebagai objek wisata. Demikian pula Gunung Cikurai.

Padahal Hutan Sancang di bawah naungan pemangkuan Seksi Konservasi Wilayah V Garut pada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat. Sedangkan Gunung Cikurai di bawah Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Garut.

Pada laman garutkab.go id bahkan dicantumkan Hutan Sancang termasuk Pantai Cijeruk Indah sebagai dua di antara 30 obyek wisata unggulan di kabupaten tersebut.

Juga disebutkan, aktivitas bisa dikembangkan di Hutan Sancang berupa tracking, fotografi, menelusuri hutan, penelitian ekosistem alam, memancing, berkemah, dan aktivitas tak merusak serta mengganggu ekosistem hutan.

“Kami juga bingung. Di satu sisi, sesuai Undang-undang maupun aturan yang ada, kami harus menjaga keutuhan kawasan. Di sisi lain malahan Pemda memersilahkan dikunjungi. Lebih-lebih jika melihat di internet, kok jadi tempat wisata? Padahal jelas, Hutan Sancang itu kawasan konservasi berstatus Cagar Alam tak boleh ada aktivitas kunjungan kecuali untuk penelitian. Aktivitas manusia di kawasan ini dapat mengganggu kondisi ekosistem. Untuk aktivitas menanam pohon saja enggak boleh sebenarnya,” ungkap Kepala Resort Sancang pada Seksi Konservasi Wilayah V Garut BKSDA Jawa Barat. Asep Wawan, Rabu (09/12-2015).

Ketika Banteng Sancang Merumput.
Ketika Banteng Sancang Merumput.

Kebingungan semakin bertambah, sebab pada kawasan Sancang itu juga Pemkab membuat sejumlah bangunan seperti pintu gerbang kawasan bertuliskan besar “Taman Wisata Pantai Cijeruk Indah” lengkap beserta pos retribusi tiket pengunjung.

Sedangkan kawasan Gunung Cikurai, menurut Kepala Urusan Bidang Lingkungan Perhutani KPH Garut Jamil Abdul Aziz, ini bukan kawasan wisata melainkan kawasan lindung. Sehingga di kawasan hutan Gunung Cikurai tak boleh ada aktivitas termasuk pendakian seperti terjadi selama ini.

Sehingga Asep Wawan maupun Jamil menyebutkan, Sancang maupun Cikurai dimungkinkan dijadikan kawasan wisata kalau ada usulan perubahan status kawasan dari masyarakat, atau pemerintah daerah setempat.

Kepala Bidang Promosi Wisata Disbudpar Makmun juga berkilah atawa beralibi, Hutan Sancang maupun Gunung Cikurai dimasukkan sebagai obyek wisata karena faktanya di sana terdapat aktivitas kunjungan wisata. Seperti halnya terjadi di kawasan Gunung Guntur dan Gunung Papandayan.

“Kan banyak yang wisata ke sana? Gunung Guntur dan Papandayan juga sama Cagar Alam, tapi kan bisa untuk wisata. Di Sancang itu cocok untuk view (pemandangan)-nya. juga ada wisata ziarahnya. Gunung Cikurai banyak wisata pendakian. Cocok untuk wisata alam. Dan pemerintah juga berkewajiban mempromosikan potensi wisata bukan hanya milik pemerintah, tapi juga swasta,” katanya.

*******

Noel, Jdh.