Ironi Domba “Sakau”…

by

SYDNEY,  Garut News ( Ahad, 01/06 – 2014 ).

Adrian Leung / AFP
Adrian Leung / AFP

 – Domba terlanjur memakan “darling pea” bisa memerlihatkan perilaku bak manusia menyalahgunakan narkoba.

Sebagian kecil domba bisa pulih, sedangkan yang lain kehilangan kendali saraf bahkan mati.

Dokter hewan Greg McCann katakan toksin pada tanaman tersebut menyerang enzim memengaruhi metabolisme otak pada hewan memakannya.

Ilustrasi. Domba Garut ... Mejeng. (Foto : John Doddy Hidayat).
Ilustrasi. Domba Garut … Mejeng. (Foto : John Doddy Hidayat).

“Mereka kehilangan kemampuan menilai di mana kaki berada. Mereka berdiri miring, berkali-kali jatuh, terlihat buta, berjalan ke sana ke mari,” ujar dia seperti dikutip surat kabar lokal Land.

“Mereka terlihat berpostur lucu, seperti kepala mengangguk lalu mengangguk lagi. Dalam kasus-kasus seperti di Coonabarabran, domba-domba ini terlihat berkedut.”

Ironi

Lokasi tumbuh gulma “darling pea” di daerah bersemak di bawah pepohan dengan dataran bergelombang, menurut pakar gulma di New England University Brian Sindel, menjadi alasan ketidakpraktisan membasmi tanaman ini.

Menggunakan pembunuh gulma, dan pestisida memberantas tanaman ini juga jadi persoalan rumit lantaran beberapa varietas dan tanaman asli tumbuh di kawasan tempat tumbuh “darling pea” termasuk kategori nyaris punah.

Diperkirakan butuh izin pemerintah negara bagian New South Wales di bawah ketentuan Undang-undang Vegetasi.

Langkah serupa diperkirakan juga diperlukan di seluruh Australia.

Peternak Tony Knight kudu kehilangan seratusan dombanya gara-gara tanaman ini mengaku sejauh ini solusi bisa dia lakukan membasmi tanaman ini justru dengan membiarkan domba memakannya.

“Ini ironis tetapi tampaknya hanya cara itu bisa dilakukan mengendalikan tanaman ini,” kata Knight.

“Tanaman tersebut, ujar dia, tanaman tahunan apabila sesuatu memakannya langsung muncul lagi. Apabila tunas muncul terus dimakan, tak butuh waktu lama membuat tanaman itu mati”.

Mengancam wol Australia

Hancurnya pagar dalam kebakaran meratakan 54.000 hektar padang rumput tahun lalu menyulitkan para peternak menghalau domba menjauh dari tanaman memikat berkembang ungunya itu.

Kini, Australia diperkirakan memiliki 74 juta kawanan domba, dengan 79 persen di antaranya domba merino.

Domba-domba ini dibiakkan diambil bulunya, kemudian diolah menjadi bahan wol berkualitas tinggi.

Australia salah satu produsen dan eksportir wol terkemuka di dunia.

Pasar wolnya mencapai 24 persen produksi global, dengan ekspor tahunan mencapai tiga miliar dollar Australia, setara lebih dari Rp32 triliun, dengan China sebagai konsumen terbesarnya.


Editor : Palupi Annisa Auliani
Sumber : AFP/ Kompas.com