Ir H. Deni Suherlan, M.Si Kembali ke Rahmatullah

0
16 views
Ir H. Deni Suherlan, M.Si.
“Semoga Wafatnya Khusnul Khatimah”

“Semoga Wafatnya Khusnul Khatimah”

Garut News ( Senin, 11/05 -2020 ).

Bersamaan masih menggelegaknya terjangan tsunami wabah pandemi coronavirus disease Covid-19, Pemkab juga masyarakat Garut dikejutkan berita duka wafatnya Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab setempat Ir H. Deni Suherlan, M.Si, Senin (11/05-2020) sekitar pukul 07.50 WIB.

Wafat di rumah dinasnya Jalan Patriot Kelurahan Sukagalih Kecamatan Tarogong Kidul, sehingga berita duka tersebut sangat menyentak beragam kalangan disertai saling berbela sungkawa melalui pesan-pesan singkat mereka.

Mengenang Sosok yang Bersahaja.

Bupati H. Rudy Gunawan beserta Wabup Helmi Budiman dan sejumlah pejabat Pemkab yang menghadiri pelantikan di Pamengkang Pendopo pun langsung bergegas menuju rumah dinas almarhum guna melayat, begitu mendapat berita duka itu.

Bupati dan Wabup dr H. Helmi Budiman menyampaikan berbela sungkawa dan memohon do’a seluruh unsur masyarakat termasuk pegawai di Pemerintah Daerah, semoga mendiang husnul khotimah.

Meski masih belum ada pernyataan resmi pihak Pemkab mengenai penyebab Sekda Deni meninggal dunia. Wabup Helmi Budiman pun sebelumnya hanya sempat mengatakan Sekda Deni wafat di rumah dinas.

Berkinerja Tinggi.

Pelepasan Jenazah Almarhum di rumah duka juga di antaranya dihadiri Forkopimda termasuk istri almarhum Hanny Diawati, Putri semata wayangnya, Ulfa Nabila, serta para pejabat dan ASN Pemkab.

Bupati Rudy Gunawan katakan, kemarin malam hingga pukul 21.30 WIB, saya bersama jajaran Forkopimda masih berkumpul dengan Sekda di Pendopo menggelar rapat hingga berbuka puasa dan shalat maghrib bersama.

“Saya masih berkomunikasi dengan Sekda yang melaporkan dirinya akan mendatangi kantor Pos guna memproses pencairan dana bantuan bagi sekitar 29.000 warga Garut terdampak Covid-19,” ungkapnya.

Kesibukan di Hari-Hari Terakhirnya.

Beliau pun menurut Bupati, senantiasa meminta agar ancaman kerawanan pangan harus diperhatikan benar-benar, maka sebelumnya juga menggelar rapat marathon dengan para camat di rumah dinas ini.

“Almarhum dipanggil Allah SWT di waktu sangat mustajab bulan Ramadhan dan beliau birokrat rendah hati, tak punya masalah dengan siapa pun, dan tak pernah menyusahkan orang lain,” ujar Rudy di hadapan para pelayat.

Rudy Gunawan meminta Aparat Sipil Negara (ASN) seluruh Kabupaten Garut juga seluruh masyarakat bisa bersama-sama mendoakan Almarhum agar diterima di sisi Allah SWT.

Apresiasi setinggi-tingginya kepada Almarhum pun disampaikan, yang selama lebih kurang 30 tahun menjalankan tugasnya sebagai aparat pemerintah.

“Tentu kini kita kehilangan almarhum, seorang birokrat yang lulus sebagai Sekda. Atas nama Pemkab Garut dan pimpinan daerah kami memberikan penghormatan terahir serta turut berduka cita, dan belasungkawa kepada almarhum. Semoga almarhum diterima di sisi-Nya,” harap Bupati.

Usai pelepasan dari rumah duka, jenazah Almarhum dibawa ke Masjid At Taufiq di lingkungan perkantoran Sekretariat Daerah untuk dishalatkan.

Sholat jenazah dan doa bersama terbatas, berprotokol kesehatan (physical distancing) di Masjid At-Taufiq Komplek Kantor Sekretariat Daerah. Jenazah dimakamkan di Bandung seusai dishalatkan di masjid At-Taufiq.

“Riwayat Hidup” 

Ir. H. Deni Suherlan, M.Si, meninggal dalam usia 57 tahun, meninggalkan istri, Hanny Diawati (56) dan putri semata wayangnya, Ulfa Nabila (25).

Menjabat Sekretaris Daerah sejak 14 Januari 2019, melalui Keputusan Bupati Garut, Nomor 821.22/Kep.24-BKD/2019 tertanggal 11 Januari 2019, menggantikan Iman Alirahman.

Deni Suherlan, sarjana teknik sipil lulusan Universitas Parahyangan Bandung, yang diangkat sebagai pegawai negeri sipil berkarir di lingkungan Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Garut. Ia putera mantan Kepala Kanwil Departemen Kehakiman Provinsi Jawa Barat.

Meski dilahirkan di Ciamis tetapi asli keturunan Garut tepatnya dari Kampung Panunggangan Sukabakti Tarogong Kidul, almarhumk diakui Bupati Garut sebagai pegawai sarat pengalaman, dan paling senior di lingkungan Pemkab Garut

Putri semata wayangnya, Ulfa Nabila (24) lulusan Teknik Sipil ITB, baru diangkat PNS di Kementerian PUPR, dipastikan bangga dan haru atas keberhasilan ayahnya yang memiliki visi hidup terwujudnya kehidupan harmonis.

Profil Singkat pria kelahiran Ciamis  23 April 1963 berpangkat golongan Pembina Utama Madya / IVd beralamat Perumahan Sabda Alam Cipanas.

Sedangkan perjalanan kariernya, 1. 1981 Teknik sipil Unpar Bandung,2. 1989 CPNS Dep PU RI, 3. 1990 PNS Pemda Garut, 4. 1993 Kabid Fisik Bappeda, 5. 2001 Kadis Binamarga, 6. 2005 Asissten Sekda II.

Kemudian 2007 Kadis Perindag, 8. 2009 Kadis Pertacip, 9. 2012 Kadis Tarkim, 10. 2017 Ka Bappeda, serta 10 pada 2019 hingga wafat masih menjadi Sekda Kabupaten Garut.

******

Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here