Intensitas Protes Keras Kalangan PKL Terus Berlanjut

0
35 views

Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Senin, 31/08 – 2015 ).

Intensitas Protes Keras Kalangan PKL Terus Berlanjut.
Intensitas Protes Keras Kalangan PKL Terus Berlanjut.

Tingginya intensitas protes keras dari kalangan “Pedagang Kaki Lima” (PKL), ternyata hingga kini masih terus berlanjut atawa bermunculan.

Meski mereka sempat menempati Gedung PKL tahap I Intan Medina di Jalan Guntur Garut Kota.

Menyusul nyaris setiap pekan sejak sebulan terakhir, ratusan massa PKL dari kelompok massa  berbeda bergiliran berunjuk rasa mengadukan nasib pada DPRD kabupaten setempat.

Senin (31/08-2015), giliran sekitar 200 PKL biasa mangkal di pusat kota Garut atawa Pengkolan mengatasnamakan “Lembaga Pedagang Kaki Lima” (LPKL) merebak-marak mendatangi Gedung DPRD, mereka berunjuk rasa menolak keras direlokasi.

Sedangkan janji DPRD membentuk “Panitia Kerja” (Panja), ternyata juga tak cukup bisa mampu meredam kegelisan para PKL secara keseluruhan.

Hampir senada, kalaupun mesti direlokasi, PKL meminta Pemkab memerbolehkan berjualan di tempat semula. Agar mereka bisa berdagang menyambung hidup sebelum Gedung PKL, dan beragam fasilitas penunjangnya yang representatif, serta memadai seperti dijanjikan Pemkab dibangun tuntas.

Mendesak Tuntutan Sarana Relokasi Memadai.
Mendesak Tuntutan Sarana Relokasi Memadai.

Lantaran, sejumlah tempat relokasi sementara disebut zona kuning, dinilai tak laik dijadikan tempat mereka berdagang. Malan bisa rawan menimbulkan konflik dengan sesama pedagang, dan penduduk terdapat di sana sebelumnya.

Di antaranya ruas Jalan Ciwalen, Jalan Guntur, Jalan Pasar Baru, Jalan Mandalagiri, Islamic Center, dan sekitar kawasan Lapangan Olahraga Terbuka Merdeka.

Kebanyakan para PKL biasa mangkal di kawasan ruas Jalan Ciledug, Jalan Siliwangi, dan sekitar kawasan Lapang Otto Iskandardinata/Alun alun Garut itu, berdatangan ke Gedung DPRD menggunakan sepeda motor, baik laki-laki maupun perempuan.

Banyak pula di antara mereka membawa serta anak-anak masih kecil.

Termasuk di antara massa LPKL ini, beberapa pelaku usaha mainan biasa mangkal di kawasan Alun alun kini bernasib terkatung-katung paska pengusiran pada Idul Fitri 1436 H/2015 lalu.

Malahan pula tak difasilitasi tempat relokasi, mereka bahkan mengaku tak pernah didata petugas Pemkab/Tim Penataan Kota Garut.

Mendesak Kembali Pada Lokasi Semula Sambil Menunggu Tuntasnya Sarana Relokasi.
Mendesak Kembali Pada Lokasi Semula Sambil Menunggu Tuntasnya Sarana Relokasi.

“Sosialisasi enggak pernah diundang, didata pun tak pernah. Tahu-tahu Lebaran kemarin, kita disuruh mengosongkan Alun alun. Padahal sebelumnya, Bupati menyatakan untuk Sabtu, dan Ahad, juga hari-hari libur nasional, kita boleh berusaha di sana,” ungkap seorang pelaku usaha mainan becak mini, Budi(45) di sela berunjuk rasa.

Dia kemukakan, paska pengusiran dari kawasan Alun alun tersebut, dia maupun pelaku usaha mainan lain praktis libur, atawa kehilangan pekerjaan.

Sebab, kawasan Lapangan Merdeka konon disediakan bagi mereka tempat alternatif berusaha, menjadi sama sekali tak mendatangkan hasil. Lantaran selain tempat sangat tak memadai, waktu bisa digunakan pun terbatas. hanya selama beberapa jam.

“Tahu sendiri. Untuk PKL saja penuh. Apalagi Ahad. Kita sama sekali enggak dapat tempat. Kita baru bisa gelar mainan setelah pukul satu siang ke sana. Kalau jam-jam segitu, siapa mau datang ?” ujarnya.

Sejumlah Spanduk Ragam Tuntutan Kalangan PKL.
Sejumlah Spanduk Ragam Tuntutan Kalangan PKL.

Mestinya, kata Budi, sebelum dilakukan relokasi, Pemkab menyediakan tempat alternatif  memadai, sesuai kebutuhan PKL maupun pelaku usaha mainan.

Jangan asal buat gebrakan dengan selalu hanya mengedepankan sanksi hukum tanpa melihat realitas yang ada, imbuhnya.

Kendati kecewa hanya diterima salah seorang anggota DPRD Ahmad Mulyana, didampingi Kepala Bagian Operasi Polres Garut Kompol Wira Sutriana, massa akhirnya membubarkan diri.

Ahmad Mulyana pun hanya menyatakan tuntutan para PKL ditampung untuk disampaikan ke Pimpinan DPRD, dan dibawa ke rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, katanya.

***********

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here