Intensitas Kerusakan Kawasan Gunungapi Guntur Semakin Masif

0
56 views

“Hingga Kini Selama 168 Tahun Beristirahat (1847 – 2015), Meski Sesekali Kerap Menggeliat, Mengingatkan Raksasa Ini Ada Namun Masih Terlelap tidur”

Oleh/Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Selasa, 10/03 – 2015 ).

Lubang Raksasa Menghujam Bumi.
Lubang Raksasa Menghujam Bumi.

Intensitas kerusakan lingkungan pada hamparan lereng kaki Gunungapi Guntur di Kabupaten Garut, Jawa Barat, kini semakin masif.

Lantaran gencarnya aktivitas penambangan pasir dan batu selama ini, selain kian menyebar juga nyaris sama sekali tak diimbangi upaya nyata reklamasi, atawa pemulihan kembali kondisi lingkungan yang rusak diporak-porandakan.

Selain sumber daya air panasnya berkualitas terbaik, semakin diperebutkan.

Semakin Digerogoti.
Semakin Digerogoti.

Juga potensi pasir, dan batu termasuk endapan lahar dinginnya, semakin terus-menerus digerogoti aktivitas penambangan.

Bahkan, kini memiliki banyak titik lokasi dicemari produk pembuangan beragam jenis sampah.

Termasuk limbah belum diolah dari industri penyamakan kulit, sehingga nyaris pula menyerupai TPS, atawa TPA Sampah pada ketinggian di atas 2.000 mdpl.

Porak-Poranda.
Porak-Poranda.

Wajah lereng dan tebing kaki gunungapi tersebut pun, juga sekarang semakin nyaris menyerupai permukaan planet di angkasa luar, miris malahan sangat memilukan.

Gunungapi Guntur dengan nama lain Gunung Gede, kawahnya dikenal bernama Kawah Guntur.

Tipe gunungapi ini,  Strato di Kabupaten Garut, Jawa Barat, berketinggian 2.249 mdpl berjarak sekitar 1.600 meter dari pusat kota terdekat.

Rusak Parah.
Rusak Parah.

Berlokasi di Desa Sirnajaya, Tarogong, Garut. Guntur nama sebuah puncak dari suatu kelompok gunungapi disebut Komplek Gunungapi Guntur.

Komplek Gunungapi ini terdiri beberapa kerucut, terdiri Gunung Masigit (2.249 mdpl) merupakan kerucut tertinggi.

Ke arah tenggara dari Masigit terdapat kerucut Gunung Parukuyan (2.135 mdpl), Gunung Kabuyutan (2.048 mdpl).

Membahayakan.
Membahayakan.

Pendakian ke puncak atawa kawahnya bisa dari Kampung Citiis sebelah selatan Gunungapi Guntur.

Pemukiman penduduk sekitar Gunungapi Guntur umumnya berada pada ketinggian 600 – 1000 mdpl.

Pemukiman ini sebagian besar terkonsentrasi di kaki tenggara, dan selatan serta sebagian kecil di kaki timur dan utara.

Sedangkan sejarah letusannya, pada 1690 : Letusan besar, banyak penduduk menjadi korban, daerah rusak, disusul letusan pada 1770, 1777.

Mengundang Bencana.
Mengundang Bencana.

Pada 1780 terjadi aliran lava, 1803 : Letusan pada 3-15 April,  1807 : terjadi letusan pada 9 Mei, serta letusan  1809.

Disusul letusan pada 1815 : 15 Agustus, letusan 1815/1816 : 21 September, letusan 1816 : 21-24 Oktober, letusan  1825 : 14 Juni, hutan di sekitar gunung terbakar, serta letusan  1827/1828.

Sedangkan letusan pada 1829 : beberapa kampung hancur, sejumlah penduduk menjadi korban, letusan 1832 : 16 Januari, 8-13 Agustus, letusan  1833 : 1 September, letusan 1834/1835/1836 : Desember, serta letusan 1840 : terjadi aliran lava ke Cipanas.

Dampak Memilukan.
Dampak Memilukan.

Pada 1841 : 14 Nopember, letusan sangat besar sekitar 400.000 batang pohon kopi hancur, 1843 : 4 Januari dan 25 November tanah rusak, dan beberapa kampung terlanda,  serta letusan pada 1847.

Karakter Letusan Eksplosif, dengan periode letusan antara 1800 hingga 1847 tercatat tak kurang dari 21 kali letusan.

Letusan itu berulang-ulang dalam tempo pendek, berlangsung paling lama lima sampai 12 hari.

Periode letusan pun berselang-selang antara 1, 2 dan tiga tahun serta ada kalanya letusan terjadi setelah masa istirahat enam, dan tujuh tahun.

Ladang Pengrusakan.
Ladang Pembantaian Alam dan Lingkungan.

Gunungapi Guntur tak berdiri sendiri sebagai kerucut tunggal, sebab pada bagian puncaknya dicirikan adanya kerucut-kerucut tua bekas titik erupsi, merupakan satu kelompok besar Gunungapi Guntur.

Dari kelompok besar Gunung Guntur itu, nampak dua buah kaldera, masing-masing Kaldera Pangkalan di sebelah barat, dan Kaldera Gandapura di sebelah timur.

Gunung “Guntur” juga mengingatkan nama putra sulung Presiden pertama RI, Ir Soekarno, “Guntur Soekarno Putera”.

“Anang Sudarna”

Kepala “Badan Pengelola Limgkungan Hidup Daerah” (BPLHD) Jawa Barat, Anang Sudarna katakan perusak lingkungan di 10 titik Kabupaten Garut seperti kawasan Gunung Guntur membuka jalan khusus sepanjang enam kilometer.

“Makanya kita akan tutup, dihancurkan lah jalan tersebut karena dampaknya luar biasa. Dan patut diduga ada pihak luar yang membiayai karena di sana juga ada alat berat,” kata Anang Sudarna di Bandung.

Ia mengatakan, kerusakan lingkungan di Kabupaten Garut seperti di kawasan Gunung Guntur sudah sangat masif.

“Kasus pengrusakan lingkungan di Garut telah terjadi sejak tahun 1997 lalu. Dan sudah ada beberapa orang yang sudah diperiksa dan diproses secara hukum terkait masalah lingkungan di Garut ini,” kata dia.

**********

Pelbagai Sumber.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here