Intensitas Debet Air PDAM Melorot 50 Persen

“Kerap Terganggu Pemadaman Aliran Arus Listrik PLN”

Garut News ( Kamis, 25/09 – 2014 ).

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

Intensitas debit air pada sejumlah sumber mata air PDAM Tirta Intan Kabupaten Garut melorot berkisar 10-50 persen dari biasanya.

Tetapi, pemenuhan kebutuhan pasokan air bersih para pelanggan masih bisa terlayani. Termasuk bantuan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat di sejumlah lokasi mengalami krisis air bersih, ungkap  Direktur PDAM Tirta Intan, Doni Suryadi.

Dikatakan, pada mata air besar, penurunannya tak signifikan, hanya sekitar 10%. Namun pada mata air lain seperti di Cibulakan, penurunanya mencapai 50%.

“Sehingga khusus kawasan ini diberlakukan sistem gilir lantaran debitnya tak sesuai jumlah pelanggan,” katanya, Kamis (25/09-2014).

Saat ini, kata dia, debit air pada mata air Cibulakan Kampung Godog Desa Lebak Agung itu berkisar 10 liter per detik, padahal biasanya sekitar 20 liter per detik.

Doni Suryadi. (Foto : John Doddy Hidayat).
Doni Suryadi. (Foto : John Doddy Hidayat).

Dikemukakan, adanya gangguan pasokan air ke wilayah Garut Kota, sebagian Tarogong Kidul, dan Tarogong Kaler masih kerap dirasakan pelanggan bukan karena terjadi penurunan debit air pada sumber mata air Cipulus, melainkan tak berfungsinya generator akibat sering terjadi pemadaman listrik.

Jika terjadi pemadaman listrik sekitar dua-tiga jam, dampaknya terhadap PDAM bisa sampai empat jam lebih.

Sebab begitu generator bisa dihidupkan, tak serta merta bisa mengisikan air pada pipa jaringan transmisi dan reservoir di Gandasari sebelumnya kosong selama terjadi pemadaman listrik.

Maka dibutuhkan waktu cukup lama untuk pengisian air kembali.

Ini, katanya, kerap tak diketahui pelanggan. Bahkan saat tak ada pemadaman listrik pun, generator sering mengalami gangguan sehingga pasokan air ke pelanggan tak lancar.

“Penyebabnya kata PLN karena PDAM salah memasang jenis trafonya. Ini juga membingungkan karena mestinya itu tugas PLN, dan yang pasang trafonya juga bukan PDAM tapi pihak ketiga. Tapi ya, untuk kebaikan, kita tentu akan segera ganti trafonya sesuai saran PLN,” kata Doni.

Terganggunya pasokan air bersih PDAM tersebut juga dirasakan sendiri Doni dan anggota keluarganya.

Dijelaskan, kini, kapasitas debit air pada mata air Cipulus tereksploitasi mencapai sekitar 80 liter per detik, mampu menyuplai kebutuhan air bersih sebanyak 8.000 pelanggan tersebar di kawasan Mangkurakyat Kecamatan Cilawu, Garut Kota, serta sebagian Tarogong Kidul, dan Tarogong Kaler.

Pasokan kebutuhan air bersih pelanggan PDAM di kawasan itu, juga dibantu sumber mata air Rantun Samarang.

Direncakan pihaknya mengajukan usul ke Dirjen Ciptakarya Kementerian Pekerjaan Umum agar 2015 terdapat penambahan kapasitas 50 liter per detik pada sumber mata air Cipulus, berikut pengadaan generatornya.

Hal itu diperlukan guna pengembangan cakupan pelanggan PDAM, imbuh Doni.

Berkaitan masyarakat mengalami krisis air bersih lantaran kemarau, Doni menyebutkan, hingga kini pihaknya mengirimkan bantuan air bersih ke masyarakat tersebut di Kecamatan Balubur Limbangan, Cibatu, dan Selaawi.

Intensitas pengiriman bantuan air bersih disesuaikan anggaran tersedia di PDAM.

“Bagi pelanggan krisis air, bisa mengusulkan bantuan lewat kepala cabang untuk diajukan ke pusat (PDAM). Nah, bagi masyarakat umum bisa mengajukan lewat pemerintah desa diteruskan ke kecamatan dan Bupati dengan tembusan ke PDAM, dan BPBD. Bantuan air bersih ini gratis. Sebab penggantiannya, nanti PDAM mengajukan ke Bupati,” kata dia.

******

Noel, Jdh.

Related posts

Leave a Comment