You are here
Inilah Rintihan Muslimah : Kenapa Kudu Terdapat Miss World di Negeri Kami ? ARTIKEL 

Inilah Rintihan Muslimah : Kenapa Kudu Terdapat Miss World di Negeri Kami ?

Oleh : Nisa ‘icha’ Agustina

Garut News, ( Senin, 16/09 ).

Ilustrasi. (Ist).
Ilustrasi. (Ist).

Ada apa dengan Indonesia?

Mungkin itu kata tepat, menggambarkan salah satu masalah dihadapi rakyat Indonesia kali ini.

Tak dipungkiri memang, Indonesia dilanda seabreg masalah, namun ada menarik kali ini, lantaran sangat menyita perhatian masyarakat dari beragam elemen.

Apalagi, jika bukan perhelatan akbar Miss World 2013 dimulai pada 8 hingga 25 September di Bali, malam puncaknya diadakan pada 28 September di Sentul.

Banyak sekali pihak antusias, dan mendukung suksesnya Miss World tersebut, berdalih tak  melanggar hukum positif, bahkan citra Indonesia bisa lebih baik di ajang internasional, akan mendorong wisatawan asing mencicipi keindahan Indonesia.

Berdampak pada pendapatan negara meningkat.

Namun,  tak sedikit pula pihak menolak ajang kecantikan itu, lantaran sarat ajang legalisasi umbar aurat, pelecehan perempuan, tak sesuai budaya ketimuran, terutama sebab tak sesuai nilai Islam.

Fenomena pro kontra ajang Miss World itu, seperti gambaran dua kubu  melakukan perang dingin lantaran memertahankan cara pandang masing-masing.

Pada satu sisi, pihak pro notabene penyelenggara Miss World merasa sah-sah saja sebab mengantongi izin pemerintah, diatur sesuai konten dan budaya Indonesia, dan mendapat dukungan penuh,  baik dana maupun opini pelaku bisnis, dan media.

Citra positif, dan membanggakan dibangun menampilkan baju adat, panorama keindahan alam, dan tak menampilkan baju renang, serta penilaian didasarkan pada cantik (beauty), kepribadian (behaviour), dan kecerdasan (brain).

Di sisi lain, cara pandang Islam terlihat dari pihak kontra ajang Miss World ini.

Tentu kita pun sering mendengar, negara kita dikenal negeri muslim terbesar di dunia.

Beragam aksi penolakan, dan kecaman bukti umat Islam di negeri tak tidur.

Umat masih memiliki perasaan Islami, dan kedalaman iman luar biasa ketika menghadapi kemaksiatan besar terpampang di depan mata.

Terlebih, seharusnya umat sadar terdapat bahaya lain terus mengintai kita, berupa invasi liberalisme tak kunjung usai.

Perhelatan Miss World ini, hanya salah satu dari sekian bentuk suksesnya penancapan liberalisme di negeri ini.

Hal lebih memilukan, dan membuat umat bertanya-tanya, pemerintah tak bergeming melihat suara-suara rakyat menggelora menolak diselenggarakannya ajang kemaksiatan ini.

Memang dalam sistem demokrasi, kebebasan berpendapat dan berperilaku dijamin, dan bisa menjadi dalil ampuh atas sikap dingin pemerintah terhadap suara rakyat.

Tanpa memahami kebebasan apa dibolehkan, dan dibatasi, sistem demokrasi liberal melegalkan apa pun, selama tak mengganggu kepentingan publik.

Hal ini menunjukkan betapa busuk dan bobroknya sistem demokrasi ini, buta dan tuli terhadap suara rakyat, apalagi terhadap suara kebenaran mutlak Allah Swt.

Negeri ini amburadul dengan kompleksitas masalah krisis multidimensi hingga sekarang tak kunjung usai, mau dibuat seperti apa lagi kita, datangnya perhelatan Miss World ini?

Ditambah lagi sikap pemerintah sedingin salju, seolah-olah tak terjadi apa-apa.

Maka sadarlah wahai penguasa masih beriman kepada Allah, dan hari penghisaban.

Serta siapa pun anda umat Islam.

Jangan sampai lantaran ketidaktahuan kita, malahan menjadi pendukung kontes ini mengundang murka Allah.

Ingatlah kaum perempuan, kehormatan seharusnya dilindungi.

Jangan sampai mereka tergadaikan, hanya keuntungan meteri, dan limpahan harta semata.

Apakah kita tak sadar, perempuan kaum ibu kita, kaum anak perempuan kita, kaum kakak dan adik kita.

Apakah kita rela mereka dihinakan?

Sementara kehormatannya menjadi rendah.

Serendah-rendahnya binatang melata?

Tentu jawabnya tidak.

Tidakkah kita lelah dengan kondisi ini?

Ketika suara rakyat dianggap tong kosong, ketika kebenaran mudah ditutup kemaksiatan, ketika kemaksiatan dilegalisasi, dan dijadikan opini dan landasan cara berfikir benar.

Mau sampai kapan kita bergantung, dan menaruh harapan pada sistem demokrasi liberal belum lama  diterapkan di negeri ini, menimbulkan kerusakan fatal terhadap rakyatnya.

Hanya ada satu jalan keselamatan, menyelematkan diri kita, kaum perempuan, serta seluruh umat  manusia, yakni kembali pada jalan Allah dengan menerapkan kembali  syariat Islam.

Sebab sejatinya, di dunia ini hanya terdapat dua jalan pilihan, jalan kebenaran milik Allah atawa jalan kesesatan dipandu setan dengan pelbagai metode penjerumusan.

Syariat Islam mulia itu, tak pernah berwujud jika tak ada Khilafah menerapkan, dan melindungi umat manusia.

Umat seharusnya sadar, bahwa seluruh alasan legalisasi kontes Miss World ini, kegagalan sistem demokrasi melindungi umat manusia, terutama kaum hawa.

Hanya Khilafah lah menuntun dan melindungi umat manusia, menempatkan kembali kebenaran pada tempatnya, dan menghancurkan segala bentuk kemaksiatan bisa menjerumuskan manusia pada lembah kenistaan dan kehinaan.

wallahu a’lam bisshawwab

Editor ; John.

Related posts

Leave a Comment