Inilah Raksasa Selama 168 Tahun Terlelap Tidur

by

“Hingga Kini Selama 168 Tahun Beristirahat (1847 – 2015), Meski Sesekali Kerap Menggeliat, Mengingatkan Raksasa Ini Ada Namun Masih Terlelap tidur”

Garut News ( Sabtu, 31/01 – 2015 ).

Uang Penyebab Rusak-Parahnya Lingkungan Kaki Gunungapi Guntur.
Uang Penyebab Rusak-Parahnya Lingkungan Kaki Gunungapi Guntur.

Pada akhir pekan penghujung Januari 2015, Sabtu (31/01-2015), Garut News menyajikan potret kian parahnya kondisi lingkungan Gunungapi Guntur.

Lantaran, selain sumber daya air panasnya berkualitas terbaik, semakin diperebutkan.

Pasir dan Bongkahan Batu Guntur Terus-Menerus Digerus.
Pasir dan Bongkahan Batu Guntur Terus-Menerus Digerus.

Juga potensi pasir, dan batu termasuk endapan lahar dinginnya, semakin terus-menerus digerogoti aktivitas penambangan.

Bahkan, kini memiliki banyak titik lokasi dicemari produk pembuangan beragam jenis sampah.

Termasuk limbah belum diolah dari industri penyamakan kulit, sehingga nyaris pula menyerupai TPS pada ketinggian di atas 2.000 mdpl.

Kondisi Lingkungan Semakin Parah.
Kondisi Lingkungan Semakin Parah.

Wajah lereng dan tebing kaki gunungapi tersebut pun, juga sekarang semakin nyaris menyerupai permukaan planet di angkasa luar, miris malahan sangat memilukan.

Gunungapi Guntur dengan nama lain Gunung Gede, kawahnya dikenal bernama Kawah Guntur.

Tipe gunungapi ini,  Strato di Kabupaten Garut, Jawa Barat, berketinggian 2.249 mdpl berjarak sekitar 1.600 meter dari pusat kota terdekat.

Berkondisi Miris Juga Memilukan.
Berkondisi Miris Juga Memilukan.

Berlokasi di Desa Sirnajaya, Tarogong, Garut. Guntur nama sebuah puncak dari suatu kelompok gunungapi disebut Komplek Gunungapi Guntur.

Komplek Gunungapi ini terdiri beberapa kerucut, terdiri Gunung Masigit (2.249 mdpl) merupakan kerucut tertinggi.

Ke arah tenggara dari Masigit terdapat kerucut Gunung Parukuyan (2.135 mdpl), Gunung Kabuyutan (2.048 mdpl).

Kian Mengerikan.
Kian Mengerikan.

Pendakian ke puncak atawa kawahnya bisa dari Kampung Citiis sebelah selatan Gunungapi Guntur.

Pemukiman penduduk sekitar Gunungapi Guntur umumnya berada pada ketinggian 600 – 1000 mdpl.

Pemukiman ini sebagian besar terkonsentrasi di kaki tenggara, dan selatan serta sebagian kecil di kaki timur dan utara.

Sedangkan sejarah letusannya, pada 1690 : Letusan besar, banyak penduduk menjadi korban, daerah rusak, disusul letusan pada 1770, 1777.

Pada 1780 terjadi aliran lava, 1803 : Letusan pada 3-15 April,  1807 : terjadi letusan pada 9 Mei, serta letusan  1809.

Sejumlah Titik Lokasi Kaki Gunungapi Guntur Juga Dijadikan Pembuangan Beragam jenis Sampah, Termasuk Limbah Penyamakan Kulit.
Sejumlah Titik Lokasi Kaki Gunungapi Guntur Juga Dijadikan Pembuangan Beragam jenis Sampah, Termasuk Limbah Penyamakan Kulit.

Disusul letusan pada 1815 : 15 Agustus, letusan 1815/1816 : 21 September, letusan 1816 : 21-24 Oktober, letusan  1825 : 14 Juni, hutan di sekitar gunung terbakar, serta letusan  1827/1828.

Sedangkan letusan pada 1829 : beberapa kampung hancur, sejumlah penduduk menjadi korban, letusan 1832 : 16 Januari, 8-13 Agustus, letusan  1833 : 1 September, letusan 1834/1835/1836 : Desember, serta letusan 1840 : terjadi aliran lava ke Cipanas.

Inilah Limbah Kulit di Kaki Gunungapi Guntur.
Inilah Limbah Kulit di Kaki Gunungapi Guntur.

Pada 1841 : 14 Nopember, letusan sangat besar sekitar 400.000 batang pohon kopi hancur, 1843 : 4 Januari dan 25 November tanah rusak, dan beberapa kampung terlanda,  serta letusan pada 1847.

Karakter Letusan Eksplosif, dengan periode letusan antara 1800 hingga 1847 tercatat tak kurang dari 21 kali letusan.

Letusan itu berulang-ulang dalam tempo pendek, berlangsung paling lama lima sampai 12 hari.

Dijadikan TPS.
Dijadikan TPS.

Periode letusan juga berselang-selang antara 1, 2 dan tiga tahun serta ada kalanya letusan terjadi setelah masa istirahat enam, dan tujuh tahun.

Gunungapi Guntur tak berdiri sendiri sebagai kerucut tunggal, sebab pada bagian puncaknya dicirikan adanya kerucut-kerucut tua bekas titik erupsi, merupakan satu kelompok besar Gunungapi Guntur.

Lingkungan Menjadi Tercemar, Juga Bau Busuk Sangat Menyengat Hidung.
Lingkungan Menjadi Tercemar, Juga Bau Busuk Sangat Menyengat Hidung.

Dari kelompok besar Gunung Guntur itu, nampak dua buah kaldera, masing-masing Kaldera Pangkalan di sebelah barat, dan Kaldera Gandapura di sebelah timur.

Gunung “Guntur” juga mengingatkan nama putra sulung Presiden pertama RI, Ir Soekarno, “Guntur Soekarno Putera”.

*******

Compiler : M. Hendrasto (totok@vsi.esdm.go.id)

Editor : Mas Atje Purbawinata, Asnawir Nasution.

Pada “Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG).

Fotografer  : John Doddy Hidayat,

Produksi : Sabtu, 31 Januari 2015.