Inilah Kualitas Produk Kopi Garut

0
231 views

Garut News ( Ahad, 05/04 – 2015 ).

Foto : John Doddy Hi.dayat
Foto : John Doddy Hidayat

Produk  kopi  Garut dikenal berkualitas. Bahkan termasuk salah satu pemasok bahan baku kopi usaha franchise terkemuka di dunia asal USA.

Hanya, tingkat konsumsi penduduk setempat terhadap kopi lokal hingga kini masih belum memasyarakat. Kopi lokal masih terkalahkan kopi kemasan dinilai lebih praktis, dan murah.

Sehingga, Dinas Kehutanan kabupaten setempat pun melakukan upaya kembali mempromosikan kopi asli Garut. Caranya, mewajibkan menyuguhkan kopi lokal pada para tamu.

“Menyuguhi tamu dengan kopi asli lokal di kita itu wajib. Pak Kadis juga tak mau disuguhi kopi lain kalau stok kopi asli habis,” ungkap Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Hutan Dishut, Kuswana, Ahad (05/04-2015).

Selain salah satu upaya mengenalkan kopi lokal, dia mengklaim kopi asli Garut takkan menyebabkan mulas atawa sakit perut, katanya.

Sedangkan pengembangan budidaya kopi lokal, pihaknya melakukan studi banding ke daerah lain seperti Aceh. Salah satu kendalanya, katanya pula, petani kopi kerap terburu-buru saat memanen biji kopi.

Padahal, kecermatan memilih dan memilah biji kopi sangat menentukan kualitas dihasilkan.

Selain itu, di Garut belum terdapat mesin pengupas biji kopi sesuai standar agar dihasilkan kopi bagus. Belum ada mesin pengupas kopi sebagus mesin pengupas padi atawa beras, ungkapnya.

Sedangkan ganjalan lainnya, kebanyakan usaha budidaya kopi di Garut terbatas pada skala industri rumahan meski bahan baku cukup tersedia.

Maka sulit mengukur kapasitas produktivitas kopi sesungguhnya. Padahal pemasaran kopi terbilang tak susah.

Dikemukakan, di Garut juga belum jelas kelembagaan menangani pengelolaan pemberdayaan serta pemasaran potensi komoditas kopi lokal, terutama untuk pemasaran ekspor.

Padahal pasar kopi dunia masih terbuka lebar, seperti Tiongkok, Taiwan, Australia, Eropa, dan Timur Tengah.

Juga dikatakan, potensi komoditas kopi tersedia cukup banyak lantaran lahan bakunya cukup luas. Baik kopi jenis arabika maupun robusta.

Pada lahan pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHBM) kawasan Perhutani pun, mencapai sekitar 2.200 hektare. Belum termasuk lahan budidaya kopi pada lahan milik, serta di lahan perkebunan besar negara maupun swasta.

Jika satu hektare ditanami seribu tanaman kopi dengan rata-rata produktivitas kopi satu kilogram per pohon selama setahun, produksi kopi dari lahan PHBM mencapai sekitar 2.200 ton per tahun.

Kualitasnya pun cukup baik. Maka kebanyakan dikirimkan untuk kebutuhan ekspor, terutama ke Eropa, ungkapnya.

Kepala Bidang Bina Usaha pada Dinas Perkebunan, Haeruman katakan, luas baku lahan kopi di tanah milik mencapai sekitar 3.796 ha, terdiri kopi arabika 2.951 ha, dan kopi robusta 845 ha.

Produksi bahan mentah dihasilkan hingga semester satu 2014 sekitar 3.092 ton, dan pada 2013 (8.963 ton), dengan hasil olahan mencapai 629,12 ton, dan pada 2013 mencapai 1.776 ton.

Jumlah petani budidaya kopi mencapai 11.725, mereka selama ini terhimpun pada 85 kelompok.

Sedangkan data semester dua 2014 belum bisa diungkapkan lantaran belum divalidasi, kata dia.

******

Noel, Jdh.

Rekomendasi Tempat Kopi Garut :

Kopi Mang Oprek www.Kopi.Mangoprek.com
jl.Pembangunan No.164 ( Samping Indomaret Bumi Asri )
Tarogong Garut 44151
0813-94223989

15034351_10209696287018972_304990840_o

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here