Industri Pariwisata Garut Perlu Perhatikan Akses Jalan

0
102 views
Dr Arief Yahya.

Garut News ( Kamis, 22/02 – 2018 ).

Dr Arief Yahya.

Menteri Pariwisata Dr Arief Yahya katakan, pengembangan industri pariwisata di Kabupaten Garut, Jawa Barat, perlu memerhatikan akses jalan sehingga waktu tempuh perjalanan wisatanya tak terlalu lama. 

Jika waktu tempuh Bandung – Garut lebih dari tiga jam lamanya bahkan lebih, bisa memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan, mereka umumnya tak menyukai berlama – lama di perjalanan.

Ir H. Koesmayadi Tatang Padmadinata.

Sehingga diperlukan banyak upaya yang dapat memersingkat waktu tempuh di perjalanan, menyusul banyaknya potensi wisata alam dan budaya di kabupaten ini. Agar sektor pariwisatanya bernilai prosfektif, imbuh Arief Yahya.

Demikian antara lain mengemuka saat membuka helatan ‘Gebyar Pesona Budaya Garut’ (GPBG) di ‘Sarana Olahraga’ (SOR) Ciateul Jayaraga Tarogong Kidul, Kamis (22/02-2018).

Zalmai Wafamal.

Semarak Peringatan Hari Jadi ke – 205 Garut Tahun 2018 tersebut, mengusung tema “Gawe Rancage Mawa Raharja” (Kerja Bersama Menuju Kesejahteraan).

Penjabat sementara Bupati setempat Ir H. Koesmayadi Tatang Padmadinata kepada Garut News mengemukakan, justru yang paling dibanggakannya “Gawe Rancage Mawa Raharja” (Kerja Bersama Menuju Kesejahteraan).

Kabid. Pengelolaan Informasi dan Kehumasan pada Diskominfo Garut, Ricky Rizki Darajat, SH Bersama peserta delegasi dari Kedubes Azerbaijan.

Lantaran menurut dia, dengan bekerja keras bersama bisa meraih banyak kemajuan sehingga nilai filosofisnya Gawe Rancage Mawa Raharja itu, juga bisa berlaku untuk seluruh umat manusia di dunia, katanya.

Maka ragam potensi yang dimiliki kabupaten ini, perlu terus di ‘explore’ secara maksimal dan berkesinambungan, imbuh Padmadinata.

Wakil Duta Besar Afghanistan, Zalmai Wafamal kepada Garut News mengemukakan, Garut dikaruniai ragam potensi alam serta budaya yang sangat menakjubkan, juga memesonakan.

Menteri Pariwisata Membuka GPBG, Antara Lain Didampingi Penjabat Sementara Bupati, dan Wakik Ketua Komisi X DPR RI Ferdiansyah.

“Saya sangat senang berkunjung, bisa menikmatinya dengan baik dan menyenangkan,” kata dia ketika ditemui pada Galadiner Gebyar Pesona Budaya Garut 2018 di Gedung Pendopo, Rabu malam (21/02-2018).

Ungkapan senada dikemukakan pula peserta delegasi dari Kedubes Azerbaijan, yang antara lain sangat menyukai suguhan produk kuliner Garut.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Ferdiansyah harapkan GPBG bisa meninggalkan kesan mendalam pada setiap pengunjung. Termasuk enam duta besar dari negara-negara sahabat, serta perwakilan empat negara sahabat ikut berpromosi pada pameran ekonomi kreatif.

Pagelaran Dari Garut.

Dengan kondisi alam Garut sekitar 80 persen di antaranya kawasan konservasi maka potensi terbesarnya pada sektor budaya dan wisata yang dapat menyejahterakan masyarakat.

“Tak ada pilihan bagi Garut apabila ingin maju kecuali melalui budaya dan wisata. Bagaimana Garut dulu sekitar 1926 terkenal sebagai Swiss van Java (negara Swiss yang ada di pulau Jawa), dan pernah dikunjungi aktor pelawak dunia Charli Chaplin,” imbuhnya.

Dari Kabupaten Pangandaran.

Kementerian Pariwisata juga menetapkan tahun 2018 sebagai Visit Wonderful Indonesia Year (ViWI 2018) dengan 18 destinasi unggulan dalam pameran pariwisata Fitur Madrid yang berlangsung 17-21 Januari 2018 lalu.

Sebanyak 18 destinasi unggulan itu memenuhi syarat 3A yaitu accessibility, amenities dan attraction.

Masyarakat Adat Kampung Dukuh Selatan Garut.

Ada 18 tujuan wisata unggulan ditawarkan, terdiri objek Danau Toba, Padang, Palembang, Kepulauan Riau, Belitung, Jakarta, Bandung, Joglosemar, Surabaya, Bromo Tengger, Jember, Banyuwangi, Bali, Lombok, Labuan Bajo, Balikpapan, Makassar, Wakatobi, Manado-Bunaken, dan Raja Ampat.

******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.