Indonesia Ini Berpotensi Alami Hujan Lebat Tiga Hari ke Depan, Mari Waspada…

0
6 views
Citra satelit Himawari menunjukkan potensi hujan lebat pada Senin (19/9/2016). BMKG memerkirakan, tiga hari ke depan, tren cuaca masih sama. (BMKG).

Garut News (Senin, 19/09 – 2016 ).

Citra satelit Himawari menunjukkan potensi hujan lebat pada Senin (19/9/2016). BMKG memerkirakan, tiga hari ke depan, tren cuaca masih sama. (BMKG).
Citra satelit Himawari menunjukkan potensi hujan lebat pada Senin (19/9/2016). BMKG memerkirakan, tiga hari ke depan, tren cuaca masih sama.
(BMKG).

– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengajak masyarakat untuk mewaspadai cuaca. Mulai hari ini (19/9/2016) hingga tiga hari ke depan, Kamis (22/9/2016), hujan lebat berpotensi mengguyur Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Nusa Tenggara.

“Saat ini, wilayah Indonesia bagian barat dipengaruhi oleh fenomena Indian Ocean Dipole Mode (IOD). Fenomena itu meningkatkan supply uap air ke sebagian besar Pulau Sumatera dan Jawa,” kata Agie Wandala Putra, Kepala Sub Bidang Prediksi Cuaca BMKG.

Fenomena IOD terjadi bersamaan dengan Madden Julian Oscillation (MJO) yang memicu penguapan dan meningkatkan akumulasi awan hujan. “Dari regional juga terdapat daerah perlambatan dan belokan angin sehingga mengakibatkan pertumbuhan awan hujan menjadi lebih intens,” imbuh Agie kepada Kompas.com, Senin (19/9/2016).

Wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat adalah Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, pesisir selatan Jawa, Bali, serta Nusa Tenggara Timur.

Agie mengajak masyarakat untuk mewaspadai dampak hujan berupa banjir, tanah longsor, banjir bandang, pohon tumbang, serta jalan licin. Selain hujan lebat, fenomena lain yang perlu diwaspadai adalah petir dan angin kencang.

Sementara itu, untuk masyarakat nelayan atau yang hendak berlibur ke lautan, diharapkan mewaspadai gelombang laut setinggi 2,5 – 4 meter. Perairan yang diperkirakan mengalami gelombang tinggi diantaranya Laut Andaman, Enggano, Selat Sunda bagian selatan, Samudera Hindia, Selat Bali, Selat Lombok, dan Selat Alas.

Bagi warga perkotaan, kewaspadaan bisa dimulai dengan membawa mantel dan payung saat bepergian sehingga tidak perlu berteduh di jalan dan memperparah kemacetan. Upaya membersihkan sampah di saluran irigasi dekat rumah juga bisa dilakukan untuk meminimalkan potensi timbulnya banjir.

********

Penulis : Yunanto Wiji Utomo
Editor : Yunanto Wiji Utomo/Kompas.com