Indek Keparahan Kemiskinan Kabupaten Garut Alami Peningkatan

0
14 views
Menjadi Pemulung Sambil Asuh Anak Balita.

Garut News ( Sabtu, 20/10 – 2018 ).

Menjadi Pemulung Sambil Asuh Anak Balita.

Kondisi indeks keparahan (P2) kemiskinan Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada 2017 mencapai 0,49 atau mengalami peningkatan dibandingkan tahun  sebelumnya  ( 2016) di 0,39.

Sedangkan garis kemiskinan 2017 Rp267.252/kapita/bulan, dengan jumlah penduduk miskinnya 291.200 dan presentase penduduk miskin 11,27 sebagaimana ditunjukan sumber BPS, juga menyebutkan indeks kedalaman kemiskinan di kabupaten ini 1,72.

Garis Kemiskinan, representasi jumlah rupiah minimum dibutuhkan memenuhi kebutuhan pokok minimum makanan, setara 2.100 kilokalori per kapita per hari dan kebutuhan pokok bukan makanan.

Garis kemiskinan merupakan batas pendapatan diperlukan memenuhi kebutuhan minimal kalori diperlukan tubuh untuk beraktivitas, ditambah kebutuhan non makanan (perumahan, pakaian, pendidikan, kesehatan, transpor, dan kebutuhan pokok lainnya).

Karena data pendapatan tidak tersedia maka dipakai pendekatan data konsumsi/pengeluaran. Termasuk pengeluaran adalah perkiraan barang dan jasa dikonsumsi berasal dari hasil produksi sendiri dan pemberian dari pihak lain.

Penduduk Miskin adalah penduduk memiliki rata-rata pengeluaran perkapita per bulan dibawah garis kemiskinan.

Persentase Penduduk Miskin (Headcount Index/P0) adalah Persentase penduduk miskin berada di bawah garis kemiskinan. Headcount Index secara sederhana mengukur proporsi dikategorikan miskin.

Indeks Kedalaman Kemiskinan (Poverty Gap Index/P1) adalah Ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan.

Indeks Keparahan Kemiskinan (Poverty Severity Index/P2) adalah Indeks memberikan informasi mengenai gambaran penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin.

“Mengurai Mimpi Bupati”

Kepala “Badan Pusat Statistik” (BPS) RI, Dr Suhariyanto cukup detail mengurai mimpi Bupati Garut Rudy Gunawan, yang berobsesi menurunkan jumlah penduduk miskin di kabupaten setempat dari 11 persen menjadi 6 persen pada 2019 mendatang.

“Diperlukan komitmen dan konsistensi bersama menggalang kerja keras berupaya maksimal mewujudkan harapan tersebut menjadi kenyataan, jika memang ada keinginan disertai tekad kuat menurunkan jumlah penduduk miskin itu,” tandas Suhariyanto ketika didesak pertanyaan Garut News, Sabtu ( 06/10 – 2018 ) lalu.

Sebelumnya Bupati Rudy Gunawan antara lain juga menyatakan, pada 2019 jumlah kemiskinan di kabupatennya bisa turun mencapai satu digit, katanya.

Dikemukakan Bupati, masih ada penduduk Garut yang belum masuk daftar pemilih sementara, dan daftar pemilih tetap. Belum memiliki KTP, serta ada yang ber – KTP banyak, ungkap Rudy Gunawan.

******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here