Ilustrator Garut News Garap Pesanan Kedai Kopi

0
72 views

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Selasa, 26/01 – 2016 ).

Garap Lukisan Dinding Kedai Kopi.
Garap Lukisan Dinding Kedai Kopi.

Profil inspiratif kali ini, mengangkat sosok “ilustrator” www.garutnews.com Muhammad Erwin Ramadhan.

Lelaki kelahiran Tarogong Kaler, Garut, Jawa Barat, Rabu, 28 Januari 1998 tersebut, kini kian konsisten dengan komitmennya berobsesi menjadikan setiap produk lukisannya mendunia.

“Saya tak mau repot keliling dunia, tetapi lukisanku kudu bisa berkeliling dunia,” ungkap anak kelima perintis pendirian “Lembaga Kantor Berita Nasional” (LKBN) ANTARA di Manokwari, Papua Barat itu.

Tiada Hari Tanpa Berkarya, dan Terus Berkarya.
Tiada Hari Tanpa Berkarya, dan Terus Berkarya.

Upaya mewujudkan obsesinya ini, selama ini pula maksimal berkarya dan berkarya agar bisa berdaya saing tinggi di kemudian hari, imbuhnya, Rabu (27/01-2016).

Sehingga mahasiswa Seni Rupa “Universitas Pendidikan Indonesia” (UPI) Bandung tersebut, kini memanfaatkan waktu liburnya hingga 1 Pebruari dengan menggarap pesanan melukis pada sejumlah kedai kopi di Kota Garut.

Lantaran selama inipun, bahkan sejak menjadi murid SMA kerap ikut serta lomba pada helatan seni rupa digelar UPI Bandung, bahkan menjadi juara kedua pada ajang kompetisi ilustrasi, diselenggarakan “Komunitas Gambar Seram” (KGS) juga di UPI Bandung, ungkap Erwin.

Menyusul sedikitnya sepuluh produk lukisannya sempat digelar pada pameran tunggal, terdiri tujuh lukisan masing-masing berukuran 40 x 50 cm.

Muhammad Erwin Ramadhan.
Muhammad Erwin Ramadhan. (Ist).

Serta tiga lukisan lainnya masing-masing berukuran 80 x 80 cm, 120 x 90 cm, serta lukisan berukuran 90 x 85 cm, ungkapnya pula.

Diapun mengaku beraliran absur maupun freelance, termasuk gemar menggambar ilustrasi komik.

Meski ogah berkeliling dunia, tetapi berkeinginan kuat bisa berdomisili sambil berkarya di Singapura, kata dia.

Didesak pertanyaan, dikemukakannya lantaran negeri Singa itu meski kecil dan tak memiliki sumber daya alam, tetapi penduduknya bisa sejahtera, tertib dan berdisiplin.

Bahkan katanya, pemerintahnya sangat “concern” terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, di Singapura selama ini nyaris tak berpotensi bencana gempa bumi dan tsunami, malahan tak terdapat gunungapi.

“Tetapi memiliki pusat penelitian kegunungapian, hebat kan,” ungkap Erwin, antara lain menambahkan.

*******