Ilmuwan Berjilbab Asal Iran Ini Diprediksi Menjadi Einstein Masa Depan

0
7 views

Garut News ( Ahad, 28/06 – 2015 ).

Zahra Haghani. (Forbes).
Zahra Haghani. (Forbes).

— Einstein begitu mengagumkan. Dia bukan hanya ilmuwan hebat yang gagasannya terus dipakai hingga saat ini, melainkan juga ilmuwan yang pandai “meramal”.

Banyak teorinya pada masa lalu yang kini dibuktikan kebenarannya lewat riset.

Tahun 1916, Einstein memprediksi bahwa pulsar akan menarik bintang katai putih yang mengorbit dengan kecepatan 7 mm per hari. Seiring penemuan sistem pulsar dengan dua obyek pada tahun 2003, ilmuwan membuktikan bahwa memang katai putih dalam pulsar itu mendekat dengan kecepatan 7 mm.

Nah, siapa kira-kira akan menjadi Einstein pada masa depan, pintar “meramal”, dan terus dipakai gagasannya? Sparrho, sebuah perusahaan analis di Inggris, menyatakan bahwa salah satu kandidat Einstein masa depan adalah ilmuwan berjilbab asal Iran, Zahra Haghani.

Sparrho bekerja sama dengan British Library untuk melihat semua data ilmuwan yang riset dan karya tulisnya terkait dengan gagasan-gagasan Einstein. Data begitu banyak, mulai dari tahun 1890 hingga saat ini.

Haghani kini adalah asisten profesor di Damghan University, Damghan, Iran. Dia adalah ilmuwan yang meraih gelar doktor dari universitas lokal, Shadid Beheshti University, pada tahun 2013 lalu.

Melacak Google Scholar, ada banyak sekali makalah yang ditulis Haghani dan dikutip oleh ilmuwan lain. Sementara itu, di situs universitasnya, tercatat bahwa Haghani telah memublikasikan delapan makalah di jurnal internasional sejak tahun 2011. Tiga makalah lainnya “mengantre”.

Salah satu makalahnya yang menarik berjudul “Matter may matter”. Haghani dalam makalah itu menguraikan bahwa gabungan antara apa yang disebut Ricci tensor, energi, dan momentum tensor bisa menerangkan pengembangan alam semesta tanpa bergantung pada materi gelap.

Ghani bukan satu-satunya ilmuwan yang diprediksi menjadi Einstein masa depan. Empat orang lainnya yaitu Shinji Tsujikawa dari Tokyo University, Hajime Sotani dari Observatorium Nasional Jepang, Nikodem Poplawski dari University of New Haven, dan Brian Pitts dari Cambridge.

Kapan bakal ada dari Indonesia?

********

Editor : Yunanto Wiji Utomo
Sumber : Forbes, Damghan University/Kompas.com
SHARE
Previous articlePolitik Gratisan Dana Aspirasi
Next articleHibah