Ilmu Menyinari Hati Sedangkan Harta Mengeraskan Hati   

0
12 views
Pimpinan Yayasan Tahfidz Qur’an Garut, M. Angga Tirta Bersama Ustadz Salman Antara Lain Menyampaikan Penyemangat Terbentuknya Peradaban Emas.

Garutnews ( Sabtu, 03/10 – 2020 ).

“Keutamaan Ilmu Dalam Agama Islam”

Acapkali Kita Terlena Semangat di Mengejar Harta Pernahkah Kita Bertanya Mana yang Lebih Utama Memburu Ilmu atau Memburu Harta Kaya Ilmu ataukah Kaya Harta Dengar Kawan Nasihat Berguna Nasihat Sahabat Junjungan Kita.     

Ilmu Menjaga Manusia Manusia Menjaga Harta Bertambah Ilmu Dalam Amalan              Berkurang Harta Dibelanjakan Ilmu Ringan Memikulnya Harta Berat Memikulnya Ilmu    Menyinari Hati Harta Mengeraskan Hati.      

Berlangsung Khidmat.

Dengan Ilmu, Iman, dan Taqwa Terkendali Nafsu Manusia Harta Di dapat Sewajarnya    Memberi Manfaat Bagi Sesama.

Syair lagu Harta dan Ilmu dinyanyikan Bimbo itu, sejalan sajian kajian Ustadz. Salman dihadapan para orangtua santri/santriwati Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut, Sabtu (03/10-2020), yang juga detail memaparkan keutamaan ilmu dalam Agama Islam.

Masjid Ponpes Yadul ‘Ulya.

Peradaban apik yang mampu menggalang harmoni antara ketaatan dan kecerdasan, laku spiritual dan tindak intelektual, kemakmuran materi dan kekayaan rohani, serta aspek ukhrawi dengan aspek duniawi. Itulah bentuk manifestasi nyata dan artikulasi paling fasih akan firman Allah SWT.

”Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu dan telah Kucukupkan padamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu menjadi agamamu.” (QS Al-Maidah [5]: 3)

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ 

Amat disayangkan pada era kekinian, ayat tersebut tak cukup mampu kita artikulasikan dengan fasih lagi, akibat kejahilan kita sendiri yang gagal dan enggan menjaga keseimbangan ajaran genuine Islam, berikut sistem pendidikannya (tarbiyah).

Penerapan Protokol Kesehatan.

Konsep Alquran sebagai pedoman hidup, begitu serasi dengan konsep kenabian Muhammad SAW. Pada satu sisi, Alquran membuka jalan ke arah lingkungan ilmiah melalui perkataan Iqra (bacalah).

Ia tidak menyediakan secara langsung ilmu matematika atau aljabar, yang merupakan asas-asas penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Tetapi, ia mendatangkan lingkungan rasional (aqliyah) sebagai syarat mutlak perkembangan ilmu pengetahuan.

Di sisi lainnya, dalam urusan duniawi, Rasulullah SAW tidak memperagakan klaim invalibilitas (tak mungkin salah) yang menolak pendapat orang-orang di sekitarnya. Tidak pula, mengumbar ‘kesaktian’ layaknya para ‘orang suci’ dalam dunia kekanak-kanakan kita.

Membangun Tradisi Musyawarah.

Hal itu dimaksudkan agar semangat berpikir (aqliyah) yang merupakan roh dari budaya intelektual, dapat tumbuh subur dalam tubuh umat Islam.

Simbol dan bentuk praktis dari dukungan syari’i terhadap budaya intelektual, terwujud dalam bentuk pendirian suffa di Madinnah, sebagai tempat pemberantasan buta huruf, yang didirikan sendiri oleh Rasulullah SAW.

Ini selanjutnya menjadi spirit bagi terbentuknya sebuah peradaban emas, yang tak pernah dicapai oleh agama dan peradaban mana pun, termasuk peradaban Barat kontemporer.

Membangun Perekat Silaturahim Antar Orangtua Santri.

Untuk itu, paling tidak hendaknya kita berintrospeksi. Sudahkah kita menjadi seorang Muslim yang saleh sekaligus intelek, seperti sosok Yahya bin Ma’in yang menghabiskan 1.050 ribu dirham untuk menuntut ilmu hingga hanya menyisakan sandal yang dipakainya?

Atau, seperti Al-Hamadzani yang menjual seluruh warisannya untuk biaya menuntut ilmu, bahkan seperti Imam Malik bin Anas yang menjual atap rumahnya (karena tak ada lagi yang dapat dijual) demi menuntut ilmu?

Sebab, sesungguhnya tingkat intelektualitas dapat menjadi tolok ukur, lurus tidaknya akidah seseorang dalam ber-Islam. Serta, menentukan tingkat penguasaan seseorang akan wahyu generik (nonverbal), yang didapat melalui proses penalaran ilmiah, eksperimen, dan tindak intelektual lainnya.

sumber : Harian Republika

********

Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here