Ikhtiar Kuttab/Madrasah Yadul ‘Ulya Hadirkan Generasi Berperadaban

0
21 views
Selamat Datang di Kampus Peradaban Yadul 'Ulya.
Ust. Sulaeman Farouq juga detail menjelaskan ragam program madrasah.

“Peradaban Iman, Peradaban Alqur’an”

Garut News ( Rabu, 08/01 – 2020 ).

Madrasah merupakan jenjang pendidikan setelah Kuttab (Pendidikan pada usia 5-12 tahun). Inilah jenjang terakhir dalam pendidikan Islam, artinya madrasah adalah jenjang yang setara dengan MTs, MA, dan Universitas.

Namun, idealisme jenjang ini dalam praktiknya sekarang membutuhkan tahapan yang tidak sebentar, sehingga di Madrasah Yadul ‘Ulya hanya setara pada jenjang MTs, dan MA.

Diwawancarai Uts. Salman.

Tidak ada jenjang pendidikan sebelum Kuttab, dan tidak ada jenjang pendidikan setelah madrasah. Kesederhanaan jenjang inilah yang merupakan salah satu ciri khas Islam di segala bidang.

“Islam berciri mudah, sederhana, efektif, tetapi dengan hasil yang dahsyat,” ungkap Pimpinan Yayasan Tahfidz Qur’an Garut M. Angga Tirta menjelang dimulainya helatan ‘Ahlan Wasahlan’ Calon Santri Kuttab, dan Madrasah Yadul ‘Ulya di Kampus Peradaban (Peradaban Iman, Peradaban Alqur’an), Rabu (08/01-2020).

Para Orangtua Calon Santri.

Dihadapan orangtua 41 calon santri, Ust. Sulaeman Farouq juga detail menjelaskan ragam program madrasah, berikhtiar mewujudkan generasi berperadaban Qur’ani, cerdas berkemampuan menggali ilmu sesuai prioritasnya juga berbahasa peradaban.

Dikemukakan, generasi yang Qur’ani, cerdas, serta mandiri memahami konsep diri, mampu memenuhi kebutuhan sendiri, serta berkemampuan berhidmat, dan memimpin.

Seleksi Wawancara.

Namun diingatkan pula oleh Ust. Sulaeman Farouq, mewujudkan cita-cita besar tersebut tak bisa dengan berjalan sendiri.

“Lantaran pesantren sebagai jalan alternatif, sedangkan jalan protokoler maupun jalan utamanya adalah orangtua para santri, sebagai pendukung utama juga antara lain yang menjadi sosok keteladanan.” demikian antara lain imbuh Ust. Sulaeman Farouq.

Kampus Peradaban.

Sedikitnya 41 calon santri itu, terdiri 23 akhwat dan 18 ikhwan. Mereka bersama orangtuannya masing-masing di antaranya berdatangan dari Kebumen, Nagreg Bandung, Gedebage Bandung, Subang, serta dari Kawasan Suci Garut.

Ust. Sulaeman Farouq bersama Ust. Salman juga menyelenggarakan seleksi wawancara dengan masing-masing ayah-bunda setiap santri.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here