Ikan Sapu-Sapu Bisa Meludeskan Ikan Lokal

0
3 views
Ada Juga Pencari Ikan Sapu Untuk Pakan Lele.
Pencari Ikan di Bendung Copong.

“Mesti ada upaya nyata pemerintah membersihkan ikan predator pendatang”

Garut News ( Senin. 21/10 – 2019 ).

Ternyata hingga kini, masih banyak penduduk tak mengetahui jika ikan sapu-sapu merupakan satu dari seratus lebih jenis ikan terlarang didatangkan ke Indonesia.

Umumnya mereka, terutama pembudidaya ikan juga kalangan pencari ikan tradisional pada lintasan aliran sungai menganggap ikan sapu-sapu hanya hama pengganggu.

Penyebarannya di pelbagai tempat, mulai kolam ikan, sungai besar, sungai kecil, hingga selokan. Di perkampungan maupun perkotaan. Keberadaannya pun mampu bertahan di air keruh bahkan tercemar sekalipun menyisihkan ragam jenis ikan lokal.

Padahal berdasar Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 41/PERMEN-KP/2014 tentang Larangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya dari Luar Negeri ke Dalam Wilayah NKRI, jelas semua jenis ikan sapu-sapu terlarang. Seperti halnya ikan buas piranha.

Demikian pula beberapa jenis ikan sempat menjadi kebanggan para pecinta ikan hias, di antaranya Giant Arapaima (arapamia gigas), dan Torpedo shaped arapaima (Arapaima leptosome) kerap disebut gabus amazon, alligator gar (attractosteus spp), serta attracteus spatula acap disebut sebagai ikan buaya.

Peraturan menteri itu juga melarang jenis kerang, udang, dan katak masuk Indonesia. Pelarangan dilakukan untuk melestarikan sumberdaya ikan, dan lingkungannya dan mencegah hal membahayakan manusia.

“Saya baru tahu kalau ikan sapu-sapu terlarang masuk ke Indonesia. Yang saya tahu, ikan ini asalnya ikan hias di akuarium, tetapi sekarang banyak di sungai. Enggak tahu kalau ikan ini asalnya dari luar negeri,” ungkap Yayat (40) pencari ikan di sungai Cipancar asal Desa Limbangan Timur Balubur Limbangan, Sabtu (19/10-2019).

Menurut dia, kalaupun saat mencari ikan di sungai mendapatkan ikan sapu-sapu, ikan tersebut hanya dibuang dibiarkan di darat hingga mati sendiri. Tak pernah terbetik mengolahnya untuk dikonsumsi.

Sebelumnya dia hanya mengenal ikan sapu-sapu sering disebut ikan hias pembersih kaca akuarium. Ungkapan senada dikemukakan Suryaman (30) komunitas pencari ikan sungai Cimanuk asal Desa Suci Karangpawitan.

“Saya baru tahu (ikan sapu-sapu terlarang masuk Indonesia). Ikan ini tak lebih daripada hama. Ikan lokal asli makin jarang. Apalagi lingkungannya banyak rusak. Namun sapu-sapu malahan banyak. Mungkin anak-anak ikan lokal juga habis dimakan sapu-sapu ini,” katanya.

Dikatakan, mestinya ada upaya nyata pemerintah membersihkan atau setidaknya mengurangi keberadaan ikan sapu-sapu maupun jenis ikan predator pendatang lain mengancam ikan lokal, apalagi bahkan bisa berbahaya bagi manusia. Tak cukup hanya pemberitahuan, atau imbauan saja, imbuhnya pula.

*******

(Abisyamil, JDH/Fotografer : John Doddy Hidayat).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here