Ibu Muda Terlantarkan Anak Lantaran Bergabung Anak Punk

0
11 views
Ilustrasi. Bergentayangan di Seputar Kota Garut.
Beda Dengan Pengamen Jalanan.

“Raib Tinggalkan Anak Masih Balita”

Garut News ( Rabu, 22/01 – 2020 ).

Diduga kuat lantaran bergabung dengan kelompok anak-anak punk, seorang ibu muda asal Singajaya (Y)  menjadi ‘raja tega’ menelantarkan maupun meninggalkan anaknya masih berusia di bawah lima tahun (balita) sejak tujuh bulan silam.

Kini anaknya, Indra (3,5) masih diasuh dan dirawat penduduk Kampung Kudang RT.03/04 di Desa/Kecamatan Wanaraja.

Menurut laporan diterima Camat setempat Ganda Permana dari Kepala Desa Nurzaman, kabar dugaan penelantaran balita di Kampung Kudang diperoleh dari anggota BPD Wanajaya, Iif Firmanudin.

Laporan langsung ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi bersama Kasi Kesehatan Masyarakat Wanaraja Tarajudin, dan staf Puskesmas Wanaraja.

Ditemukan kondisi kesehatan anak diduga ditelantarkan itu menurun. “Penanganan kasus ini selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Dinas Sosial Garut,” imbuh Ganda, Rabu (22/01-2020).

Diduga pula, bergabung dengan kelompok anak-anak punk, sang ibu berinisial Y itu menjadi tak fokus mengurusi anaknya.

Awal peristiwanya pada Juni 2019, Y bersama anaknya masih berusia 2,8 tahun mengontrak di Kampung Kudang. Juga lantaran diduga terlibat tindak asusila, pada suatu malam, dia digerebek warga dan pemilik kontrakan. Y pun diusir dari kontrkannya.

Karena kasihan, seorang tetangga kontrakan Siti Rahayu (20) menolong menampungnya di rumahnya.

Siti Rahayu (20) bersama ibunya Aoh warga yang mengontrak dan kini merawat bocah tersebut, Ketika itu Y menitipkan anaknya Indra hanya untuk satu dua hari.

Namun, hingga kini, Y tak pernah datang, dan mengambil anaknya. Sehingga Indra pun masih dirawat Siti bersama ibunya.

Tak diketahui alamat persis Y. Hanya disebut-sebut Y berasal dari Singajaya, Selatan Garut.

Siti pun berharap bisa mengadopsi Indra yang terlanjur disayanginya seperti anak sendiri, katanya.

“Bencana Banjir”

Dari Garut dilaporkan pula, BPBD kabupaten setempat katakan, banjir menutup badan jalan raya di Bayongbong akibat penyumbatan drainase oleh sampah.

“Akibat tampungan drainasenya kecil dan gorong-gorong banyak sampah di Kali Cigendu jadi meluap,” kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tubagus Agus Sofyan di Garut, Rabu (22/01-2020).

Air sungainya meluap ke badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas di daerah tersebut, Selasa (21/1) malam.

Dikatakan, banjir menggenangi badan jalan raya Garut-Cikajang di kawasan Bayongbong itu, setelah hujan deras mengguyur wilayah setempat.

Air dari aliran drainase, mendadak meluap ke badan jalan sehingga pengguna kendaraan enggan melewati genangan air, mereka khawatir bisa membahayakan keselamatan jiwa.

“BPBD saat kejadian turun ke jalan ikut mengatur lalu lintas macet, dan koordinasi untuk memberi masukan ke Dinas PUPR,” katanya.

Hujan deras disertai angin kencang, Selasa (21/1) petang, juga mengakibatkan genangan air di kawasan perkotaan Garut.

Daerah yang terdampak banjir, yakni Jalan Raya Cikajang-Garut, di Kampung Nagngoh, Desa Panembong, Kecamatan Bayongbong di depan Klinik Az-zahra.

Sejak memasuki musim hujan, sejumlah daerah di Garut sering dilanda banjir, terutama menggenangi badan jalan di wilayah perkotaan, termasuk Jalan Raya Bandung-Garut di Kecamatan Leles.

Seorang warga Garut, Aef, katakan pula kini daerah di Garut kerap digenangi air mengalir deras di badan jalan seperti di wilayah Bayongbong dan Kecamatan Leles, tepatnya sekitar Alun-Alun Leles. Padahal beberapa tahun yang lalu tidak pernah dilanda banjir.

“Sekarang di Garut sering banjir, mungkin lingkungannya rusak sehingga menyebabkan banjir,” kata Aef.

*******

Abisyamil, JDH/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here