Hutan Kota Garut Sambut Arus Mudik/Balik Lebaran

“Memberikan Nilai Inspiratif Bagi Setiap Penikmat Panorama Hutan Kota”

Garut News ( Sabtu, 05/07 – 2014 ).

Sutarman, Turun Gunung, Terjun Lakukan Penataan dan Pembersihan Hutan Kota "Kubang", Sabtu (05/07-2014).
Sutarman, Turun Gunung, Terjun Lakukan Penataan dan Pembersihan Hutan Kota “Kubang”, Sabtu (05/07-2014).

Gencarnya upaya serius penataan Hutan Kota, khususnya terletak pada lokasi bibir pintu masuk lintasan ruas badan jalan alternatif “Kubang” menuju Banyuresmi, Garut, Jawa Barat, antara lain diperuntukan menyambut puncak luapan arus mudik, dan balik Lebaran Idul Fitri 1435 H/2014 ini.

Kepala Dinas Kehutanan kabupaten setempat, Ir Sutarman kepada Garut News, Sabtu (05/07-2014), katakan ditargetkan pada puncak berlangsungnya arus mudik dan balik Lebaran ini, para pengguna jasa jalan bisa menikmati keteduhan atawa keasrian lokasi hutan kota ini, “sekaligus sebagai atalase wajah Kota Garut”.

Sutarman, Pendekar Hutan Kota.
Sutarman, Pendekar Hutan Kota.

Sehingga keberadaan hutan kota tersebut, juga bisa menjadi “oase” di antaranya sebagai wahana rehat sejenak, setelah menempuh perjalanan jauh dan melelahkan.

Kemudian mereka dipastikan bisa berkondisi segar melanjutkan perjalanan panjangnya.

Bahkan bisa memberikan nilai-nilai inspiratif bagi setiap penikmat panorama hutan kota itu, ungkapnya saat di temui Garut News di lokasi Hutan Kota Kubang.

Gencar Dilakukan Penataan.
Gencar Dilakukan Penataan.

Karena itu, upaya serius penataan serta penyempurnaannya kian gencar dilakukan, antara lain menanam beragam pohon peneduh, juga bertahap disediakan kursi duduk permanen, bahkan terencana pula bakal segera dibangun sarana air mancur.

Dipastikan dari total satu hektare luas hutan kota pada lintasan ruas badan jalan Kubang – Banyuresmi, bisa memenuhi kebutuhan para pengguna jasa jalan beristirahat atawa rehat sejenak.

Selain dibangun atas kerjasama dengan pihak pengusaha, juga segera dikoordinasikan dengan institusi teknis terkait.

hutankota1Pada pengadaan lampu penerangan, trotoar sekitar hutan kota, juga wahana penunjang pertamanan.

Namun diingatkan, agar hutan kota ini tak dinodai penyimpangan perilaku, termasuk terus diawasi supaya tak dimanfaatkan para pedagang makanan atawa minuman.

Pada bagian lain, Sutarman mengemukakan, Kota Garut di Jawa Barat, mendesak sekurangnya memerlukan kawasan hutan kota seluas lima hektare.

Lintasan Kubang-Banyuresmi.
Lintasan Kubang-Banyuresmi.

Guna mengimbangi pertumbuhan, dan perkembangan perkotaan pada beberapa tahun mendatang, sehingga bisa mereduksi “karbon dioksida”.

Sedangkan hutan kota tersedia selama ini, volume dan kuantitasnya masih terbilang minimalis.

Sutarman katakan, jajarannya hingga lima tahun mendatang masih mengangkat isu seputar degradasi hutan, dan lahan.

Kemudian pemanfaatan potensi sumber daya hutan, lantaran hingga kini masih relatif rendah, termasuk pada sekitar 220 desa berbatasan langsung dengan kawasan hutan, katanya.

Pelaksanaan program penanganan lahan kritis di antaranya berupa rehabilitasi lahan, dan hutan juga perlindungan dan konservasi hutan.

Diselenggarakan pula perbaikan manajemen kehutanan, antara lain pengelolaan kehutanan dengan memerbaikinya sejak dari sektor hulu.

Selain itu, gencar dilakukan pengelolaan bibit, dan benih tanaman, berupa membangun tegakkan sumber-sumber benih.

Pendekar Hutan Kota.
Pendekar Hutan Kota.

Serta persemaian permanen, seperti selama ini dilakukan pada SMK karangpawitan, bisa setiap saat dimanfaatkan produktivitas persemaiannya.

Mendorong pula hasil hutan bukan kayu, yakni jasa layanan lingkungan, lantaran Kabupaten Garut sebagai penyangga Provinsi Jawa Barat.

Selama ini pun, kata Sutarman dilakukan rehabilitasi lahan dan hutan mencapai seluas 50.000 hektare.

Disusul kemudian upaya serupa bakal dilakukan pada areal seluas 32 ribu hektare, tertuang pada rencana strategis (Renstra) RPJMD Kehutanan 2014-2019, ungkap Sutarman.

*******

Esay/ Foto : John Doddy Hidayat.

Related posts

Leave a Comment