Hujan Turun PJU Depan Kantor Bupati Gelap-gulita

0
17 views

Ilustrasi : Muhammad Erwin Ramadhan

Garut News ( Kamis, 12/11 – 2015 ).

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Berlangsung musim penghujan selama ini diharapkan masyarakat, ternyata antara lain berdampak banyak persoalan  kudu mendapatkan perhatian serius.

Lantaran tak hanya kemungkinan terjadinya bencana alam pada sejumlah titik lokasi daerah rawan, melainkan juga beberapa masalah terkait kepentingan umum, seperti penerangan jalan umum (PJU).

Menyusul kini hujan mulai kerap mengguyur, banyak lampu PJU pada sejumlah titik lintasan ruas badan jalan di kawasan pusat kota Garut dan sekitarnya mendadak-sontak menjadi padam. Bahkan beberapa PJU sepanjang ruas badan Jalan Pembangunan, atawa depan kantor Bupati Garut menjadi tak berfungsi.

Sehingga kondisi tersebut menjadikan pula penduduk, dan pengguna jalan mengeluh berat. Sebab selain gelap, medan ruas jalan itu pun terbilang berkondisi licin, apalagi jika turun hujan. Maka dikhawatirkan menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Kalau di daerah, mungkin tak aneh banyak PJU padam. Tetapi ini di kota, di depan kantor Bupati sendiri padam,” kata Subakat(48), pengendara sepeda motor asal Cilawen Garut Kota, Rabu (11/11-2015).

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan kabupaten setempat, Guriansyah, membenarkan beberapa PJU terutama menggunakan sistem meterisasi padam, menyusul mulai seringnya turun hujan.

Kata dia, hal itu karena terjadi korsleting pada bagian saklarnya akibat terkena guyuran hujan. Termasuk PJU di depan kantor bupati.

“Kita sedang memerbaikinya. Tetapi beberapa kali dicoba tetap tak menyala. Ada konsleting di bagian saklar karena terkena air hujan. Memang ini salah satu risiko menggunakan sistem meterisasi,” katanya.

Menurutnya, menjaga bagian saklar PJU mesti mendapatkan perhatian agar kondisi lampu PJU tetap berfungsi.

Dikemukakan, di Garut nyaris seluruh PJU mengarah pada sistem meterisasi. Untuk menghemat pembayaran pemakaian listrik ke PLN.

Menggunakan meterisasi, katanya pula, pembayaran bergantung pada besarnya pemakaian listrik. Tak lagi dipukul rata seperti sewaktu menggunakan sistem borongan.

********

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here