HTI Garut Merebak Marak Tolak PKN

by

Garut News ( Jum’at, 06/12 ).

Ilustrasi, Lebih Baik dengan Pendekatan Agama Daripada Gratis Bagikan Kondom. (Foto: John).
Ilustrasi, Lebih Baik dengan Pendekatan Agama Daripada Gratis Bagikan Kondom. (Foto: John).

Sekurangnya 400 massa keluarga “Hizbut Tahrir Indonesia” (HTI) DPD Kabupaten Garut merebak marak beraksi damai menolak keras “Pekan Kondom Nasional” (PKN) dicanangkan Kemenkes terkait peringatan Hari AIDS se-Dunia tahun ini.

Massa berkonsentrasi pada lokasi pusat kota atawa di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kamis (05/12).

HTI berpendapat, PKN diwujudkan pembagian kondom gratis pada masyarakat lebih merupakan seruan mengarah kian terbukanya pergaulan seks bebas, daripada upaya pencegahan penularan HIV/AIDS.

Padahal, pergaulan seks bebas bisa mengakibatkan runtuhnya sendi-sendi akhlak, dan moralitas bangsa, sekaligus menimbulkan banyak permasalahan sosial semakin parah.

“Pergaulan bebas justru kudu menjadi musuh bersama. Lantaran tata pergaulan semacam itu menimbulkan banyak kerusakan. Banyak remaja hamil sebelum nikah, putus sekolah, dan penularan HIV/AIDS juga meningkat,” tandas Koordinator Lapangan, Rizky Rizal, pada orasinya.

Ungkapan senada ditegaskan pula Ketua DPD HTI Garut, Apit Abu Fathon.

Dia mengecam keras pemerintah, membagi-bagikan kondom gratis pada masyarakat tanpa memerhitungkan banyak hal.

“Cara pemerintah seperti itu, dinilai sangat bertolak belakang dengan aturan agama,” tegasnya.

Juga lantang dikemukakan Pengurus HTI Garut lainnya, Amas Suparmas.

Dia menilai, penularan HIV/AIDS umumnya terjadi akibat perilaku tak sesuai Syari’at Islam.

Seperti pergaulan seks bebas.

Karena itu, Amas pun berpendapat upaya pencegahan penularan HIV/AIDS lebih tepat jika menggunakan pendekatan Syari’at Islam.

“Program membagi-bagikan kondom gratis pada masyarakat itu, sama saja pemerintah mengizinkan masyarakat melakukan seks bebas,” kecamnya, lantang.

Massa HTI terdiri kalangan pria dan perempuan, anak-anak hingga orang tua tersebut, sebelumnya melakukan aksi long march dari Lapangan Otto Iskandardinata/Alun Alun Garut.

Kemudian massa menyusuri Jalan Cimanuk-Jalan Papandayan-Jalan Cikurai, Jalan Ciledug, dan berakhir di pusat kota, Jalan Ahmad Yani.

Meski massa berjumlah banyak, tetapi aksi unjuk rasa tak mengganggu mobilitas arus lalu lintas.

***** Zainul, Jdh.