HP Jadul Kembali Populer

London, Garut News ( Selasa, 27/05 – 2014 ).

Nokia. (www.GSMArena.com).
Nokia.

– Masih ingat ketika kita hanya punya permainan “snake” pada telepon genggam kita?

Kini, permainan “kuno” tersebut kemungkinan mencuat kembali bersama dengan handset yang dulu pernah sangat populer.

Belakangan, para konsumen punya kecenderungan untuk kembali ke telepon genggam masa lalu, lebih sederhana dan meninggalkan smartphone mereka.

Tren ini membuat harga-harga sejumlah telepon genggam “jadul” seperti Nokia, Ericsson, dan Motorola, kini meningkat hingga mencapai 1.000 euro (Rp 15,8 juta).

Meski minim fitur, telepon genggam retro ini sangat mudah digunakan, dan memiliki baterai bisa bertahan hingga sepekan.

Telepon genggam seperti ini juga lebih tahan banting.

“Sejumlah orang tak terlalu melihat harga, kami memiliki jenis-jenis telepon genggam lama harganya lebih dari 1.000 euro,” kata Djassem Haddad, mulai membuka situs vintagemobile.fr pada 2009.

“Tingginya harga ini disebabkan sulitnya menemukan telepon genggam jenis ini, dan karena itu merupakan edisi terbatas di masanya.”

Contohnya, Nokia 8800 Arte Gold kini dihargai 1.000 euro di situs tersebut sementara Nokia 8800 bisa dibeli dengan harga 250 euro (Rp 3,9 juta)

Pada dua tahun terakhir, Haddad mengaku perusahaannya berhasil menjual sekitar 10 ribu telepon genggam “jadul.”

Di antara jenis-jenis telepon genggam kuno paling banyak terjual, Nokia 8210 dengan layar monochrome kecil serta tombol plastic dijual dengan harga 59,99 euro (Rp 948 ribu).

“Kelompok masyarakat lebih tua menginginkan telepon genggam lebih sederhana sementara kelompok lain mencari telepon genggam bekas berharga murah,” katanya.

Sementara itu, Damien Douani, seorang pakar teknologi baru di FaDa agency, menilai penggunaan telepon genggam “jadul” kini menjadi trendy.

Ada juga penjelasan mengenai reaksi kontra-budaya terhadap masyarakat jaman sekarang memiliki keterhubungan berelebihan.

Ini menjadikan munculnya keinginan kembali pada dasar dari sebuah telepon genggam, hanya menelepon dan mengirim SMS.

Faktor lainnya, keinginan beda.

Kini, hampir semua orang menggunakan smartphone nyaris tak ada bedanya sementara 10 tahun silam para produsen telepon genggam lebih kreatif, dan memiliki perbedaan.

DAILYMAIL | A. RIJAL/Tempo.co

Related posts