Homoseksual dan Biseksual Bisa Berisiko Merontokan Ekonomi

0
114 views
Ilustrasi.

Garut News ( Jum’at, 22/12 – 2017 ).

Oleh : John Doddy Hidayat

Ilustrasi. (Foto : John Doddy Hidayat).

Orientasi seksual berupa homoseksual dan biseksual selain dapat merontokan kondisi ekonomi keluarga berisiko terinsfeksi HIV/AIDS, juga bakal banyak menyedot anggaran negara dalam proses pengadaan obat Antiretroviral (ARV), yang ternyata hanya bisa menekan laju perkembangbiakan HIV di dalam darah.

Lantaran kedua orientasi seksual tersebut, sangat berisiko terinsfeksi HIV/AIDS. Menyusul homoseksual (Gay ; Laki-laki ke laki-laki, dan perempuan ke perempuan yang banyak di antaranya memiliki faktor resiko akibat penggunaan jarum suntik/penasun).

Kemudian biseksual (laki-laki ke perempuan dan laki-laki ke laki-laki, serta perempuan ke laki-laki dan perempuan ke perempuan).

Ilustrasi. (Foto: John Doddy Hidayat).

Sedangkan harga Obat ARV, pada Lini pertama Rp300.000 – Rp350.000 per bulan, disusul Lini kedua Rp1 juta – Rp1,2 juta per bulan, serta Lini ketiga 3.000 dollar AS (Rp 37,97 juta) per tahun.

Maka jika seorang ayah tertular HIV, kemudian sampai masa AIDS dan mengidap penyakit terkait HIV/AIDS: maka dampak yang dialami yaitu besarnya pengeluaran biaya pengobatan, serta perawatan.

Malahan pada kondisi kepala keluarga itu tidak bisa bekerja, dipastikan menjadikan istri beserta anak-anak dengan beratnya beban ekonomi keluarga, harus pula sekaligus mengurus ayah.

Karena itu pula, berpola hidup sehat termasuk tidak berperilaku yang berisiko terinsfeksi HIV/AIDS, merupakan upaya pencegahan lebih baik daripada pengobatan.

Orientasi seksual lainnya, di antaranya Parafilia, Infantofilia, Paedofilia, Necrofilia, Bestialis, dan Fethihisme.

********

Sumber : Intisari presentasi Syaiful W. Harahap dari AIDS Watch Indonesia pada pertemuan peningkatan kapasitas jurnalis dalam program “Pencegahan dan Penanggulangan HIV” (P2HIV) di Karang Setra Bandung, Kamis (21/12-2017).